Waktu lebaran sudah dekat. Banyak orang yang sudah berangkat mudik atau bisa dikatakan pulang kampung menuju kampung halaman mereka masing-masing. Namun, ada juga orang-orang yang tidak pulang kampung dan memutuskan untuk pulang merayakan lebaran di tahun mendatang. Ada juga orang-orang yang memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata untuk menghabiskan momen-momen baik sebelum maupun saat lebaran nanti, seperti misalnya datang ke Jakarta Fair Kemayoran (JFK). Orang-orang yang berdatangan memiliki jenjang umur beragam, mulai dari anak-anak hingga para lansia turut hadir di JFK. JFK sendiri berlokasi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. JFK telah berlangsung dari tanggal 22 Mei 2019 dan akan berakhir di tanggal 30 Juni 2019.


Orang-orang memilih JFK menjadi tujuan tempat wisata karena mereka tidak hanya dapat untuk menikmati hiburan saja (seperti menikmati panggung musik, bermain rumah hantu), tapi disana mereka juga dapat membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk menyambut musim lebaran. Namun, pembelian yang dilakukan tidak hanya untuk menyambut musim lebaran saja, tapi pembelian dilakukan juga untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu. Barang-barangnya sendiri terdiri dari berbagai macam barang, mulai dari peralatan masak, pakaian lebaran, pakaian umum (sehari-hari), perlengkapan bayi, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya. Barang-barang yang disajikan di JFK sendiri memiliki diskon-diskon yang beragam sehingga orang-orang memiliki kepuasan tersendiri dalam berbelanja dengan tujuannya masing-masing.


Untuk sistem pembayaran tiket masuk sendiri, tahun ini JFK mulai menerapkan sistem pembayaran uang elektronik menggunakan aplikasi tertentu yang ada di smartphone. Sistem pembayaran ini cukup mudah dimana pembayaran yang akan dilakukan hanya diperlukan scan dan pay atas tiket yang akan dibeli.

Ferdi (pengunjung) mengatakan bahwa dirinya sudah dua kali datang ke JFK bersama dengan keluarganya. Ia dan keluarganya datang pertama kali pada tahun 2018.
Selain Ferdy, Julianty (pengunjung) juga datang bersama-sama dengan keluarganya ke JFK. Ia menyatakan bahwa kali ini merupakan kali kedatangan dirinya yang ke 5 bersama keluarga ke event JFK.
Julianty menyatakan bahwa JFK tahun ini tetap terasa ramai pengunjungnya meskipun JFK ini bertepatan dengan momen Lebaran. Selain itu, Julianty juga merasa senang karena masih dapat menikmati makanan kesukannya, yaitu kerak telor
Di tempat lainnya, yaitu Kota Tua, juga terlihat keramaian orang-orang yang sedang berwisata bersama teman atau keluarga mereka. Hanya saja orang-orang yang datang ke Kota Tua sendiri dapat dikatakan tidak seramai biasanya dan jika dibandingkan dengan JFK, dapat dikatakan bahwa JFK memiliki tingkat keramaian yang lebih dibandingkan dengan Kota Tua.
Namun, orang-orang yang datang berkunjung juga terlihat senang ketika mereka bisa duduk-duduk di area tengah atau titik pusat dari Kota Tua dengan santai. Tak hanya duduk-duduk saja, orang-orang disana pun dapat menikmati alunan musik dari beberapa musisi jalanan, juga orang-orang dapat berfoto bersama dengan manusia patung, lalu orang-orang dapat meminta pelukis jalan untuk melukiskan wajah mereka dimana para pelukis yang ada melukisnya menggunakan pensil, serta bisa menyewa sepeda ontel jika ingin berkeliling sekitar kota tua. Di sekitaran area luar Kota Tua sendiri, terdapat tenda (jajakan) kaki lima yang menyediakan makanan-makanan tradisional, seperti kue cubit, nasi goreng, soto betawi, mie tek-tek, tahu gejrot, dan lain sebagainya.




Okta (pengunjung) datang ke Kota Tua bersama dengan anak dan suaminya. Di momen lebaran ini, ia memilih datang ke Kota Tua untuk menikmati momen libur lebaran karena jaraknya yang dekat dari rumah yang membuat dirinya tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk transportasi. Selain itu, Okta menyatakan bahwa dirinya memiliki pemikiran tertentu mengenai pemilihan Kota Tua sebagai tempat yang dituju untuk menikmati momen libur lebaran.
Tak hanya Okta, pengunjung lainnya yaitu Nurul, memilih Kota Tua sebagai destinasi untuk menikmati momen libur lebaran karena jarak yang dekat dengan rumahnya. Selain itu, ia juga mengungkapkan alasan mengapa Kota Tua yang dipilih menjadi destinasi untuk menikmati momen libur lebaran.
Momen lebaran sangat dinanti. Dimanapun tempat tujuan yang dipilih untuk menghabiskan momen libur lebaran, kebersamaanlah yang penting diutamakan karena momen kebersamaan ini tidak muncul hanya terjadi di waktu tertentu.
REPORTER : ANTONIUS CHRISTIAN
Leave a comment