Anton's Blog

Welcome and Enjoy :)

Tulisan kali ini mungkin akan sedikit berbeda. Kali ini saya ingin mengajak untuk merenung sejenak. Jika kita sebagai seseorang ingin dihargai, dihormati, dimengerti, dipahami, tentu kita lakukan itu ke orang lain, tapi apakah dilakukannya kepada orang yang kita kenal, kita ketahui? Lantas bagaimana dengan orang yang tidak kita kenal? Apakah kita akan melakukannya, tapi hanya ke orang yang memegang jabatan tinggi? Lantas, bagaimana dengan orang yang bekerja di toko-toko (tenant di mall contohnya), bagaimana cara kita memperlakukan?

Saya sesekali jika penat di rumah ketika proses mencari kerja di platform pencari kerja, saya datang mengunjungi salah satu gerai Starbucks Indonesia yang ada di wilayah Jakarta Barat. Namun, melihat sebagian orang memperlakukan barista yang ada, dari kacamata saya pribadi, perlakukan yang ada dapat dibilang kurang menghargai. Sampah makanan berserakan baik makanan yang dibeli maupun makanan dari luar dibawa (meski sudah ada larangan dan mereka sebagai barista memberikan pengertian), gelas tidak dibereskan baik cup maupun gelas kaca milik tenant, meja dan kursi yang dipindahkan ke tempat yang bukan tempatnya dengan tujuan untuk supaya bisa menampung orang lain agar bisa duduk bersama tidak dikembalikan ke tempat semestinya, padahal terkadang di tengah kesibukan mereka, mereka juga menyempatkan waktu untuk mengantarkan minuman yang telah dipesan. Pada akhirnya, mereka juga harus membereskan itu, disamping itu adalah tugas mereka, mereka lakukan itu tanpa lelah karena mereka juga berperan menjaga nama perusahaan karena mereka ada di garda terdepan.

Lalu, cara orang berbicara kepada mereka terkadang seperti merendahkan dengan contoh seperti “Tambah esnya lagi dong / minta air esnya dong (dengan nada ketus), minumannya nggak enak nggak sesuai rekomendasi”, padahal mereka sedang bekerja dan berusaha untuk memberikan yang terbaik setiap harinya, menampilkan versi terbaik mereka untuk bisa memberikan layanan terbaik yang bisa mereka berikan dengan tujuan untuk mengharumkan nama tempat yang mereka tempati.

Padahal, dengan membereskan tempat minuman yang kita pakai ke tempat sampah, jika itu cup, jika itu gelas bisa ditempatkan ke tempatnya atau kembalikan kembali ke barista, jika makanan yang kita miliki ada bekasnya bisa kita bereskan untuk kita bawa pulang atau buang ke tempat yang disediakan, mengembalikan meja dan kursi yang sudah diambil ke tempat semulanya. Saat minta sesuatu depan barista, bisa dengan sopan “Kak/Mas/Mba, tambah lagi esnya boleh ya, atau minta air esnya ya, atau maaf sebelumnya nih, rekomendasinya agak kemanisan, nextnya boleh ya untuk rekomendasi minumannya yang nggak gitu manis/caranya gimana ya supaya nggak kemanisan?”, sampaikan terima kasih ketika sudah menerima service mereka.

Dengan kita melakukan itu semua, kita menghargai mereka juga sebagai manusia, terlebih mereka harus memastikan tenant secara keseluruhan (bagian barista sampai keseluruhan area untuk customer duduk) berada dalam keadaan rapi agar shift besoknya bisa memulai hari dengan baik tanpa ada kendala, karena tindakan akhir akan menentukan sesuatu yang dimulai baru. Melakukan itu juga membuat mereka dalam hati bisa merasa “wah, aku dihargai, apa yang aku lakukan ternyata ada timbal baliknya”.

Terima kasih teman-teman barista yang telah bekerja dengan baik dan memberikan kesan yang baik senantiasa. Tanpa memandang rendah, kalian luar biasa. Nggak semua orang bisa melakukannnya ataupun menjalaninya, harus tersenyum setiap saat, tidak marah saat mendapatkan komplainan (disamping itu adalah SOP yang harus dijalankan), dan mungkin cerita-cerita yang kalian nggak pernah ungkapan saat saya berbincang dengan kalian.

Tulisan ini ingin saya beri contoh bagaimana menghargai sesama manusia, karena manusia butuh dihargai, diapresiasi. Tanpa itu, sesama manusia tidak akan bisa hidup dalam keharmonisan lebih dalam dari yang sudah ada.

Sekian tulisan kali ini. Saya tidak mengharapkan semua orang menyukai tulisan ini, tapi tujuannya adalah menghargai para baritsta dan biarkan tulisan ini mengalir dan dapat menjadi refleksi bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih menghargai. (Jika memang tidak suka, jangan jahat-jahat ya kata-katanya).

Salam hangat dari saya untuk kalian para pembaca.

Notes : Barista yang ada tidak saya masukkan namanya demi menjaga kenyamanan mereka. #MovingForward #Appreciation #Humble

@          Foto 1 pelanggan datang, ada barista bertugas melayani + membuat minuman.

@          Foto 2-5 menunjukkan para pelanggan yang tidak membantu membersihkan area yang digunakan (meninggalkan sampah + meja tidak digeser kembali ke tempat semula).

@          Foto 6 menunjukkan bahwa Starbucks telah menyediakan tempat sampah dan tempat menaruh piring/gelas kotor.

@          Foto 7-8 menunjukkan salah satu barista yang sedang membersihkan area saat menjelang tenant tutup.

Posted in

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started