
Duka mendalam telah meliputi banyak orang terkait kematian seorang driver Gojek, Mas Affan Kurniawan. Dengan apa yang dialami, seluruh tubuh terasa merinding atas apa yang terjadi. Bingung, memikirkan apa yang sedang terjadi, ada apa dengan negeri tercinta ini? Hanya diri ini juga mengutarakan turut belansungkawa pada pihak keluarga, tapi juga berdoa untuk adanya rasa sukacita yang timbul pada setiap anggota keluarga.
Bukan rasa sukacita dalam arti bersenang-senang, euphoria, tapi mengarah kepada terus melanjutkan semangat, tekad, atau apapun yang dilakukan seorang anak muda yang menjadi tulang punggung keluarga. Rasa sukacita dibutuhkan, agar : satu tumbang, tidak semua hanyut tenggelam.
Tulisan ini tidak bertujuan untuk memanaskan atau mendinginkan suasana, tapi bagi saya, ini menjadi reflektif atau ajakan untuk kita semua untuk lebih waspada dan lebih empatik lagi terhadap setiap orang di sisi kita. Kritis tentu, berdoa jangan lupa. Berdoa setiap kita dilindungi, berdoa setiap orang yang ada di lapangan menyerukan suara untuk kemerdekaan sejati setiap anggota masyarakat di tanah Ibu Pertiwi dilindungi senantiasa, berdoa untuk kondisi politik keuangan atau apapun yang dijalani di tanah Garuda ini berproses menuju ke arah yang lebih baik.
Terima kasih Gojek telah mendedikasikan diri untuk membantu keluarga dan juga melalui yayasan yang dimiliki telah bertekad memberi beasiswa untuk adik almarhum (https://www.instagram.com/stories/gojekindonesia/3709771336954145046/) (tulisan ini hanya berdasar dari hati, bukan hanya pemanis).
Selalu jaga kesehatan, jaga keselamatan. God Bless all of us, God Bless Indonesia.
From deep of my heart,
Antonius
Leave a comment