Anton's Blog

Welcome and Enjoy :)

Foto 1 : Logo Indonesia Science Expo 2019 (Sumber : Website ISE)

Untuk memperingati dan mengapresiasi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, diselenggarakan sebuah acara yaitu Indonesia Science Expo 2019. Indonesia Science Expo 2019 berlangsung dari tanggal 23 Oktober hingga 26 Oktober 2019, diprakarsai oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Acara ini berlokasi di Hall 5 ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Foto 2 : Arena Acara ISE 2019 (Sumber : Website ISE)

Acara Indonesia Science Expo (ISE) 2019 mengangkat tema Today & Beyond. “Pemilihan tema ini adalah adalah sebuah pesan untuk menjadikan ilmu pengetahuan menjadi landasan dan modal dasar untuk masa depan yang lebih baik secara berkelanjutan,” ujar kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dalam siaran pers. Dalam siaran pers tersebut, Handoko juga menyatakan bahwa acara ISE dapat menjadi kemajuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) di Indonesia.

Foto 3 : Kepala LIPI saat pembukaan ISE 2019 (Sumber : Instagram ISE)
Foto 4-6 : Suasana ISE 2019 (Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Hal-hal yang muncul dalam acara ISE tahun ini berupa Science Expo, dimana dalam acara ini ditampilkan beragam penemuan penemuan dari lembaga riset dan perguruan tinggi, seperti filter penyaring air (air PDAM, air sumur, air hujan), radar navigasi kapal.

Foto 7-8 : Hasil karya penemuan-penemuan lembaga riset dan perguruan tinggi (filter penyaring air ; radar navigasi kapal) (Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Dalam acara ISE 2019, juga terdapat pameran karya ilmiah dari remaja dan anak-anak yang mengikuti lomba yang terbagi atas 3 lomba, yaitu Lomba Karya Ilmiah Remaja, National Young Inventors Award, dan International Exhibition for Young Inventors. Hasil karya yang ada antara lain penggaris multifungsi (penggaris yang dapat membuat beberapa bangun datar, seperti segitiga, jajargenjang), ‘genteng’ (atap rumah) yang terbuat dari daun dan sampah plastik, alat belajar braille untuk tunanetra (dapat menghasilkan suara), alat penggiling botol plastik, bioplastik dari pati biji karet.

Foto 9-13 : Hasil karya ilmiah (penggaris multifungsi ; atap rumah hasil daur ulang ; alat belajar braille ; alat penggiling botol plastik ; bioplastik dari biji karet) (Sumber : Dokumentasi pribadi)

Hal lainnya yang hadir dalam acara ini adalah science movie (pemutaran film dokumenter dan film fiksi ilmiah), talkshow (bincang-bincang terkait tentang literasi teknologi, tentang penggunaan sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan, pembicaraan tentang ‘kota pintar’, perkembangan ilmu animasi digital), science show (demo / peragaan terkait ilmu-ilmu seperti peragaan replikasi DNA, peragaan kultur jaringan kantong semar).

Yunita (pengunjung) menyatakan bahwa ISE 2019 membuatnya merasa takjub karena hampir sebagian besar hasil karya yang ditampilkan dalam acara tersebut merupakan hasil penelitian anak-anak dan remaja. “Dari pameran tersebut, terlihat bahwa biarpun anaknya masih kecil, dia sudah mampu menciptakan alat-alat yang begitu keren. Jadi, peneliti itu bukan hanya dari segi umur yang usia dewasa, tapi anak kecil pun sudah dapat menciptakan alat-alat yang keren dari penelitiannya,” ucap Yunita.  Ia pun juga menuturkan bahwa dirinya juga menjadi terinspirasi untuk membuat sebuah karya.

Pengunjung lainnya, Fira, menyatakan bahwa ISE 2019 merupakan ajang yang tepat bagi anak-anak juga remaja untuk menampilkan hasil pemikiran kritis mereka dan dari kegiatan ini juga memancing mereka untuk bisa menjelaskan hasil penemuan mereka, agar apa yang ditemukan dapat dengan mudah dipahami orang lain. “Ini adalah suatu ajang dimana anak-anak dalam kelas tertentu, dalam tingkat jenjang pendidikan tertentu, mereka ditantang, diuji, untuk menuangkan ide-ide, pemikiran-pemikiran, yang mana dalam penuangan itu mengikuti sistematisasi yang ada, sehingga pemikiran-ide mereka itu terbaca oleh orang lain,” ujar Fira.

Indonesia Science Expo sudah diselenggarakan sejak tahun 2015 dan ISE 2019 merupakan acara ke-4 yang diselenggarakan.

Acara Indonesia Science Expo 2019 didukung oleh pihak-pihak seperti Kementerian Riset, Teknologi, dan Badan Riset Inovasi Nasional (Ristekdikti), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertahanan, Yayasan Kebun Raya Indonesia.

Reporter : Antonius Christian

Posted in

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started