Anton's Blog

Welcome and Enjoy :)

  • Satu hari lepas sudah setelah Indonesia dipastikan tidak lolos ke Piala Dunia 2026 dan menyudahi perjuangannya di ‘Round’ 4 Kualifikasi Piala Dunia. Memang tulisan ini mungkin terkesan telat, tapi ini juga adalah bentuk refleksi diri dari pribadi yang juga sedang tidak fit serta harus belajar untuk ikhlas setelah harus menerima keadaan yang sebenarnya menyakitkan.

    Tepat dua tahun perjalanan dimulai, 12 Oktober 2023 dan berakhir juga di tanggal yang sama, 12 Oktober 2025. Dari ‘round’ 1 hingga ‘round’ 3, perjalanan bergejolak, amunisi bertambah hingga sampai pada terjadinya peristiwa pergantian pelatih menuju sisa akhir ‘round’ 3. Memang, Indonesia masih bisa lolos ke ‘round’ 4, tapi proses yang terjadi di ‘round’ 4 ini sungguh mengecewakan. Susunan pemain yang dipakai di pertandingan 1 – ‘round’ 4 yang di luar ekspektasi yang berujung kekalahan 3-2 dari Arab Saudi, dan tidak matangnya taktik untuk pertandingan ke-2 melawan Irak yang pada akhirnya membuat Indonesia kalah dengan skor 1-0 yang membuat perjalanan Indonesia SELESAI.

    Hal ini tentu sangat menghancurkan mental para suporter Indonesia, dimana kebanyakan orang yang setiap harinya jika ada ‘Timnas Day’ semua orang berhiruk pikuk senang bukan main dibuat runtuh seketika. Belum lagi ada kejadian pada pertandingan terakhir melawan Irak yang saya tidak mau ulas dalam tulisan ini (kalau nonton pertandingan dan ‘highlight’ setelah pertandingan hari Minggu kemarin pasti tahu kondisi apa yang dibahas – https://www.instagram.com/reel/DPsAdr0EvBw/). Hal tersebut pada akhirnya membuat seseorang membuat cuitan di status Whatsapp yang berbunyi : “Begini kalau menyerahkan mimpi Garuda pada seseorang yang tidak tahu bagaimana cara seorang Garuda bermimpi.”

    Tidak ada jaminan pelatih sebelumnya BISA/PASTI akan membawa tanah Pertiwi ini tampil di pentas tertinggi dunia, tapi fondasi yang dibangun, strategi yang dipoles sedemikian rupa, tentu sudah diperhitungkan dengan matang, terlebih lawan-lawan yang ditemui Indonesia bukanlah sembarang tim nasional.

    Evaluasi pasti harus dilakukan, mengingat Indonesia akan tampil di Piala Asia 2027 tanpa harus melewati fase kualifikasi, dan membangun ulang dengan lebih rapi untuk Piala Dunia 2030 untuk mengobati perasaan yang terluka di 2025 ini.

    Dari kasus ini kita bisa banyak belajar, terkadang bertahan dengan komposisi yang sudah ada dan cukup matang lebih baik daripada bertindak gegabah untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Semua butuh waktu, butuh banyak pembelajaran, butuh proses untuk bisa membangun ‘chemistry’ satu sama lain. Kendala yang ada di dalam memang patut untuk dibenahi, tapi dalam keadaan penting harus bisa dinilai mana yang harus diambil lebih dulu.

    Hal ini tidak hanya untuk sepakbola, tapi untuk kita sendiri juga bisa dijadikan pelajaran terutama dalam bekerja di situasi yang tidak menentu sekarang ini.

    *           Untuk teman-teman yang ingin mengerti lebih terkait pembahasan taktik dan juga kondisi saat pertandingan, bisa menonton ulasan dari beberapa konten kreator berikut :

    #           https://www.youtube.com/watch?v=mw8s4GBabCw – Bung Harpa

    #           https://www.youtube.com/watch?v=Yi239z7aa74 – Tommy Desky

    #           https://www.youtube.com/watch?v=nwMFGonm4i4 – Bung Binder

    #           https://www.youtube.com/watch?v=JTidRAPNxF8&t=526s – Hanif Thamrin

    Stay Healthy – Stay Sportif, 

    Antonius

  • Tahun 2025 bisa dibilang adalah tahun perkembangan animasi di Indonesia. Setelah kemarin muncul animasi film Jumbo yang menjadi film tersukses di Indonesia, melampaui film horor KKN di Desa Penari, dengan meraih 10 juta lebih penonton, bahkan di lingkup regional ASEAN / Asia Tenggara, Jumbo juga menjadi film animasi terlaris (https://gokepri.com/jumbo-jadi-film-terlaris-sepanjang-masa-tembus-10-juta-penonton/#:~:text=Prestasi%20ini%20tak%20hanya%20menjadikan,mencetak%20US$7%2C68%20juta.).

    Saat ini, Indonesia kembali akan mendapatkan animasi dengan tipe serial yang cukup dinantikan, judulnya “Kelly si Kelinci” (https://www.instagram.com/kellysikelinci/, https://www.instagram.com/p/DPd3ob0k2WU/?img_index=1). Serial ini dikembangkan di Yogyakarta oleh Little Bunns Studio (https://www.instagram.com/littlebunns.studio/). Trailer dari serial ini sebetulnya telah hadir sejak Januari 2025 (https://www.youtube.com/watch?v=VPcEelyDdzM) berdasar waktu perilisan di kanal Youtube mereka, akan tetapi baru cukup ‘viral’ setelah diangkat di media sosial Instagram oleh akun Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI (https://www.instagram.com/p/DPf7Nq_ieTR/?img_index=1) hingga Folkative (https://www.instagram.com/p/DPd3ob0k2WU/?img_index=1) .

    Serial ini direncakan akan ditayangkan ‘full’ di Youtube Little Bunns Studio, namun sampai saat tulisan ini muncul belum ada tanggal kepastian kapan tayangnya. Serial animasi ini tidak hanya muncul dalam Bahasa Indonesia, tetapi juga muncul dalam Bahasa Inggris menargetkan khalayak global.

    Teman-teman bisa mengikuti alur perkembangannya melalui kanal IG ataupun Youtube dari studio Little Bunns Studio maupun akun untuk animasi “Kelly si Kelinci”. Sekiranya ini menjadi bukti bahwa arah animasi Indonesia menuju ke suatu titik yang akan menunjukkan bahwa animator Indonesia pantas dipercayakan untuk membuat animasi kelas dunia.

    *Jujur, ini pendapat pribadi, jika ini tayang di bioskop pada 17 Agustus kemarin, akan sangat saya pilih untuk jadi film prioritas untuk ditonton (terlebih dengan segala kontroversi atas film yang rilis pada 17 Agustus).*

    Semangat terus animator-animator Indonesia, tunjukkan tekad bulat untuk membawa harum animasi Indonesia ke seluruh dunia.

    Stay creative,

    Antonius

    Image sources :

    https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fchanelmuslim.com%2Fberita%2Fkelly-si-kelinci-animasi-dari-yogyakarta-yang-kini-jadi-sorotan&psig=AOvVaw3E65b4effrwzZRqoIXmfjR&ust=1760003920719000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCLilzdarlJADFQAAAAAdAAAAABAY

    Youtube – Little Buns Studio

  • Belum lama sore ini, ketika sedang ‘scrolling’ Instagram, aku ada melihat salah satu konten yang sedang viral, dimana ada seorang anak kecil bersama dengan seorang perempuan paruh baya, sedang memakan ‘pastry’ Auntie Anne’s (https://www.instagram.com/auntieannesid/) yang sekilas tampak berlokasi di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat. Namun, sesaat setelahnya, anak tersebut membuang ‘pastry’ yang tampak sekilasnya adalah rasa ‘Cookies&Cream’ (https://www.tiktok.com/@mamiayuyu/video/7553594370256063755).

    Coba mencari tahu, ternyata perempuan baruh baya itu adalah seorang konten kretator Tiktok dengan nama akun mamiayuyu, yang ternyata merupakan Ibu dari seorang konten kreator terkenal saat ini, Willie Salim (https://www.instagram.com/p/CsfYFYELoDn/?img_index=1).

    Tindakan ini sangat disayangkan, mengingat makanan adalah hal yang sakral dan penting untuk umat manusia, baik itu bersifat makanan pokok atau ringan. Pihak Auntie Anne’s pun juga turut menyesalkan tindakan itu, mengingat hal tersebut dilakukan di depan toko yang membuatnya, padahal setiap ‘pastry’ yang dibuat diusahakan oleh para pegawai agar sesuai dengan SOP yang dijalankan (https://www.tiktok.com/@nikita_febriyani/video/7556245694831414544).

    Tak hanya itu saja, konten dilanjutkan dengan makan di Solaria yang besar kemungkinan berada di lokasi yang sama. Namun, tingkahnya dari pada anak kecil tersebut juga seakan tidak menghargai tempat dan makanan yang disajikan (https://www.tiktok.com/@mamiayuyu/video/7554005575365872908). Meski pada akhirnya sang anak yang diketahui namanya adalah Lilis (https://www.tiktok.com/@villie94/video/7556070918032723207) melakukan permintaan maaf, tapi apa yang dilakukan tetap memicu komentar panas dari ‘netizen’.

    Jika melihat hal ini, seharusnya konten yang disajikan punya value, informatif, jadinya orang-orang yang menonton atau melihat sebuah konten menjadi teredukasi. Jika fokusnya hanya viral saja, dengan mengabaikan value-isi-‘attitude’, maka konten yang dihasilkan akan bersifat sembrono, dan konten makanan dibuang menjadi contoh. Jika saja sebelum memulai konten, Bu Ayu bisa memberitahu Lilis untuk berperilaku dengan baik, maka ke-‘viral’-an ini mungkin tidak akan terjadi.

    Semoga apa yang terjadi, bisa memberikan gambaran untuk kita semua, dalam pembuatan konten atas sebuah topik banyak yang harus disusun dan dipertimbangkan, meskipun tayangan secara langsung dilakukan. Jangan sampai hasil konten yang ada justru menimbulkan kesan buruk, bahkan bisa membuat orang lain mentalnya jatuh.

    Stay positive,

    Antonius

  • https://geotimes.id/opini/peran-dan-fungsi-pers-masa-reformasi/#google_vignette

    Di tahun 2025 (sampai dengan awal Oktober tulisan ini ada), cukup banyak episode-episode para jurnalis yang harus menghadapi masalah bukan dari segi teknis peliputan, tetapi dari segi non-teknis. Ada dua kasus yang menjadi contoh dari problematika ini :
    a. Jurnalis Rama Indra dan Wildan Pratama, mengalami kekerasan dan intimidasi saat peliputan terkait demonstrasi penolakan UU TNI pada Maret 2025 (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250325001628-12-1212595/2-jurnalis-alami-kekerasan-intimidasi-aparat-saat-aksi-tolak-uu-tni).
    b. Jurnalis istana, Diana Valencia, sempat mengalami insiden pencabutan ID Card sebagai jurnalis istana saat melakukan doorstop kepada Presiden terkait program MBG pada September 2025 (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250928163924-20-1278604/istana-cabut-kartu-identitas-liputan-wartawan-cnn-indonesia).
    *Saat ini ID Card jurnalis sudah dikembalikan kepada yang bersangkutan.


    Hal ini menandakan bahwa meskipun kebebasan pers sudah diatur dalam UU Pers No. 40/1999, tapi intervensi dan tindakan represif ke jurnalis tampak nyata. Riset yang dilakukan organisasi Reporters Without Borders (RWB) terkait Indeks Kebebasan Pers juga menunjukkan posisi Indonesia (per 04 Oktober 2025) ada pada posisi 127 dari 180 negara (https://rsf.org/en/index, https://rsf.org/en/classement/2025/asia-pacific).


    Semoga ke depannya ada tindakan yang lebih menghargai hak jurnalistik dalam mendapatkan informasi selama jurnalis tetap mengacu pada ‘Kode Etik Jurnalistik’.

  • https://id.motorsport.com/driver/lewis-hamilton/410300/

    Said by a fan in the moment @Lewis Hamilton met with his fans before his first home race with Ferrari, his new team (https://www.instagram.com/reel/DPRf04UjGuY/?igsh=ZjFkYzMzMDQzZg%3D%3D). He also mentioned it, even without the same as being said before – “Don’t forget who you are”- when he was asked by the journalist before the Monza GP started this year (2025) (https://www.sportskeeda.com/f1/news-lewis-hamilton-remember-mate-it-will-again-adorable-moment-ferrari-driver-s-fan).

    Literally, I just scrolled through my Instagram and this footage suddenly appeared. I don’t want to discuss what already happened to Lewis this year with his new team, as for me, he is a 7-time F1 World Champion, and he did the best in his struggle moment (I pray for his mental condition to get better, and his teammates in the garage get wisdom so they can use the TOUGH mentality that Lewis has).

    The epic moment that I will remember my whole life about him is when he won the Silverstone GP with only 3 tires in his last lap battle against Max Verstappen (https://www.youtube.com/watch?v=HmEsqWosuS8) 5 years ago. This is the example of WINNER mentality that Lewis already had.

    https://www.topgear.com/car-news/formula-one/heres-hamilton-winning-british-gp-three-wheels

    The phrase – “Remember Who You Are” – is similar to dialogues that appear in the Lion King movie (one of the OG in old era, despite the controversy that might have been heard), as this reminds us that we also HAVE to REMEMBER WHO WE ARE. Even if someone/anyone might not trust you, mock you, or abandon you, you still have to remember who you are. You are :

    •           Champion

    •           Conqueror

    •           Victory

    •           Valuable

    With that mindset, you can go through every challenge and obstacle without hesitation. There’s a purpose for every one of you being put in your struggle, so you can break through it and become an example to others and help them to survive (*not with the same terms, as the road for everybody is different from one another). So right now, try to speak for yourself and say “REMEMBER WHO YOU ARE”.

    Stay strong, stay healthy.

    Love and Peace,

    Antonius

  • Nama brand “SOLARIA” pasti sudah tidak asing didengar di telinga. Dengan stigma WOM (‘Word of Mouth’) yang muncul : Murah-Kenyang-Enak, Solaria bisa hinggap di segala sektor pelanggan di segala usia, mulai dari muda sampai yang tua. Tapi, ada satu hal yang cukup ikonik dari Solaria, yaitu mempertahankan identitas penggunaan pensil dan kertas ‘order’ meskipun sudah ada kode QR untuk melihat menu secara visual, ataupun saat berada di kasir sudah ada layar yang menyajikan tampilan menu jika customer tidak/belum mengambil kertas ‘order’.


    Namun, apa yang sekiranya mendasari Solaria untuk menggunakan metode pensil-kertas di saat ada restoran yang memfokuskan diri pada buku menu ataupun pemesanan secara mandiri melalui mesin?


    Mencoba menanyakan kepada pramusaji Solaria, mereka menjawab itu hanya bagian dari SOP (Standar Operasional Perusahaan). Namun, jika menerka-nerka, berikut gambaran yang saya bisa visualisasikan terkait mekanisme pensil-kertas order yang dipertahankan :

    1. Identitas => Dengan tidak berubahnya penggunaan pensil-kertas, maka itu menjadi suatu identitas unik, mendadakan pensil-kertas hanya menjadi tanda dari Solaria, ditengah gempuran modernisasi yang terjadi.
    2. Mengurangi human error => Dengan customer memegang dan menentukan sendiri, membuat kesalahan pemesanan akan menjadi berkurang, dengan kepastian pemesanan hanya akan langsung berurusan dengan kasir yang menginput.
    3. Efisiensi => Pensil-kertas akan sangat berdampak ketika ‘traffic’ pengunjung sedang naik, menghemat waktu dalam pengaturan tempat duduk dan penginputan pada sistem.

    Sekiranya, itu menurut saya yang jadi bagian mengapa Solaria masih tetap memakai “Pensil dan Kertas Order”.

    Stay hungry,
    Antonius

  • If you’re feeling desperate and lack of paths to guide you, you need to rest for a moment and take a deep breath. Here are moments from the football world that could inspire you.

    1.          2010 – Jabulani Ball; Spain Won the World Cup (Image : https://sites.duke.edu/wcwp/tournament-guides/world-cup-2014/the-2010-south-africa-world-cup-highlights-politics-lessons-for-brazil/spain-world-cup-champions/)

    Despite the surrounding controversy of the Jabulani ball, you could say the goal scored by the Maestro of Midfield, Andres Iniesta, came from the belief shared by every Spain national player on the field at that time, and their connectivity in linking up play in the last moment, made them the winners of the World Cup.

    => It gives us a picture that challenges may come, but our teamwork and hard work can overcome them.

    2.          2012 – Chelsea being underestimated, yet they win their first UCL trophy (Image : https://weaintgotnohistory.sbnation.com/2020/5/19/21263654/revisiting-the-legendary-2012-champions-league-victory-paulo-ferreira-john-obi-mikel-bayern-munich)

    Well, playing in Allianz Arena, the home of the finalist that became their enemy, “The Bavarian”. Of course, Bayern is favored, especially since they played in their home ground. But reality became different, and Chelsea finally won the match and won their first UCL trophy (It’s undeniable the moment that Drogba scores the last penalty kick, it was E.P.I.C!!!, I’m sorry Toni Kroos for this one).

    => With this moment, we can learn that even though everyone doesn’t give us support, make us unfavorable, but if we believe in ourselves more than anything, it could drive out the result and make everyone shock, even ourselves, because we can show ourselves that we’re capable of doing something.

    3.          2016 – Leicester City won the Premier League; The Foxes came from nowhere, grabbed the prestigious title in the land of the Lions (Image : https://www.bola.net/inggris/mengingat-lagi-5-pemain-kunci-leicester-city-saat-juara-premier-league-2015-2016-78b286.html)

    No one knew Leicester, especially their players at that time, like Riyad Mahrez, Jamie Vardy, or even N’Golo Kante, until they broke the expectations of audiences, playing every match like they’re not feeling pressure, even when they’re not favored, until they won the Premier League in 2016. It’s a magical moment to live alongside this moment.

    => Leicester City gives us a teachable thing, don’t underestimate somebody even when they’re unknown, they might suddenly become a surprise-able thing that makes you regret what you’re thinking.

    4.          2019 – Liverpool’s comeback at Anfield, and the rest was history (https://www.skysports.com/football/news/11669/11713953/liverpool-4-0-barcelona-agg-4-3-liverpool-complete-stunning-comeback-to-reach-champions-league-final)

    No one, literally no one, predicted Liverpool would do the comeback after being defeated in 1st leg of the semifinal from Barcelona. They just flipped the prediction, “CORNER TAKEN QUICKLY… ORIGI!!!” and boom, they went through to the final and won their 6th Champions League trophy in 2019.

    => When someone thinks that you’re already being smashed down, use that trick to camouflage yourself, prepare yourself with the best you can, and give them a heart attack so they might lose their focus, and you can take over the condition in your favor.

    5.          2022 – Messi (finally) won the World Cup (https://www.opb.org/article/2022/12/18/lionel-messi-argentina-win-a-world-cup-championship/)

    December 2022, Argentina VS. France, Messi VS. Mbappe, two of the biggest names in the big stages, fight for the last treasure. Messi hunted his 1st, Mbappe for the 2nd trophy. The tension of the match was really high, which meant the match had to be decided by penalty shoot-out (moment when Martinez saved the ball from Kolo Muani, it’s muachhh…. Perfect!). Argentina finally won and Messi lifted his 1st World Cup trophy.

    => There’s no debate between Ronaldo and Messi, for myself, they’re the best as they give so much motivation. But, from this Messi side, we can learn that when we really don’t give up, time will pay back the price that we’ve already spent. Literally, if he really decided to retire from Argentina in 2016, maybe he and Argentina couldn’t feel the trophy in 2022, and the history we know would be different.

    6.          2025 – Dembélé (Dembélé?????) WON the BALLON D’OR (https://rri.co.id/sepak-bola/1851385/penghargaan-ballon-d-or-2025-resmi-milik-ousmane-dembele)

    “The Tin Man”, “The Bone-Glass”, it’s the nickname we might attached to Ousmane Dembélé as 799 days between 2017-2023 when he’s still a Barcelona player, he’s often struggling with his injury.  Yet everything changed when he was transferred to Paris Saint-Germain. He went back to his country, and it transformed him into one of the sharpest wingers in the world. Under Enrique’s method, he’s became trusted in the PSG starting line-up. Even developed more after Mbappe’s departure to Real Madrid, became one of the deadliest wingers alongside Désiré Doué. In the 2024-25 season, he helped his team to become quadruple winners, as PSG won Ligue 1, Coupe de France, Trophée des Champions, and Champions League (PSG’s 1st-ever UCL title). In the opening 2025-26 season, he helped his team won the UEFA Super Cup trophy. With that performance he displayed, he was crowned as the best player and got the Ballon d’Or a couple days ago (from the moment this writing is released).

    => From his journey, we can learn that we might face problem that we don’t want or even know it, but it has to be face by us to made us getting better, stronger, wiser and someday when we’re ready, the universe will lift you as you’re being seen that you’re ready to receive big things and bigger prices than before.
    * Even I dedicate myself to write a tribute for him : https://www.linkedin.com/posts/antonius-christian-462b06134_tribute-to-ousmane-demb%C3%A9le-siapa-tak-kenal-activity-7376256960360296448-NlIp?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAACDpbwoB_BCCgJXc5tJtnGgHuvm4yWvZdRw

    From this story, we could agree that every step needs a price that we have to pay, we have to experience, so we can go through stronger. Even when there’s a moment no one knows who we are, there’s the moment exactly that we can develop ourselves even more.

    Hope you’re getting stronger and get insight after reading this one.

    Stay strong,

    Antonius

  • Siapa tak kenal Ousmane Dembélé, rising star dari Liga Perancis dan datang kembali sebagai seorang bintang di Liga Perancis (Ligue 1). Berkembang dari klub Stade Rennes, dilirik raksasa Bundesliga Borussia Dortmund dan pindah pada tahun 2016 (https://www.bola.net/champions/kisah-transfer-ousmane-dembele-dari-gagal-di-2015-hingga-rekor-145-juta-euro-ke-barcelona-85140f.html).

    Bersama Dortmund, Dembélé menjelma menjadi salah satu bakat ternama sebelum era Ansu Fati ataupun Lamine Yamal. Statistik Goal.Com menunjukkan dari 42 pertandingan baik lokal maupun internasional bersama “Die Borussen”, dirinya mengoleksi 17 gol dan 8 asis (https://www.goal.com/id/pemain/o-dembele/karier/ckaqxlw257qzj8vjdumvwbaad). Barcelona mengincarnya sebagai pengganti Neymar yang hengkang ke PSG, yang menghebohkan jagat bola pada waktu itu, dan dibeli dengan mahar 135.5 juta Poundsterling (https://www.bola.net/champions/kisah-transfer-ousmane-dembele-dari-gagal-di-2015-hingga-rekor-145-juta-euro-ke-barcelona-85140f.html).

    Namun, perjalanan di Barcelona sendiri tidaklah menyenangkan. Meski menjadi bagian dari skuad pemenang Piala Dunia 2018 bersama Perancis waktu itu (bersama sesama rising star Mbappé, juga Paul Pogba), di Barcelona, dirinya hanya dikenal sebagai “pesakitan” di ruang ganti. Transfrmarket mencatat dari 2017-2023 (https://www.transfermarkt.co.id/ousmane-dembele/verletzungen/spieler/288230), Dembélé absen 799 hari tidak berada di lapangan dan lebih sering berurusan dengan cedera, hingga sering disebut “pesakitan” karena sering keluar-masuk ruang operasi. Meski begitu, ia berhasil menyumbangkan trofi La Liga musim 2017/2018 dan 2020/2021 serta Piala Super Spanyol di 2019 dan 2023.

    Pada 2023, ia pun dipinang PSG dengan mahar 50,4 juta Euro (https://www.antaranews.com/berita/3678378/ousmane-dembele-resmi-gabung-psg-dari-barcelona), kembali ke liga yang membuatnya bersinar di awal perjalanannya. Bersamaan dengan itu, PSG juga merekrut salah satu pelatih kenamaan, Luis Enrique. Dibawah asuhan Enrique, PSG menjelma menjadi salah satu yang ditakuti di Eropa, dan Dembélé menjadi senjata mematikan PSG setelah kepergian Mbappe ke Real Madrid, bersama dengan Désiré Doué di lini serang PSG. 2 musim bersama PSG, Dembélé memberikan 7 piala penting untuk PSG, dan menjadi bagian quadraple winner musim 2024/25 dengan berhasil meraih Liga Perancis, 2 tipe Piala Perancis, dan trofi bergengsi Champions League, yang juga menjadi sejarah pertama PSG. Awal musim 2025/26, ia juga membantu PSG meraih piala Uefa Super, membuat PSG meraih 5 trofi dalam 1 tahun kalender.

    Dengan prestasi itu, ia pun pada akhirnya dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or, mengalahkan Lamine Yamal yang juga fenomenal bersama Barcelona karena berhasil meraih treble.

    Dari Dembélé, kita banyak belajar, terkadang di tempat yang tidak tepat dan tidak mendukung kita tidak akan berkembang, hanya di tempat dan bersama orang yang tepat pada akhirnya membuat kita bersinar. Juga, dari sisi mental dan sikap kita diajarkan untuk terlatih, terus berusaha, mau untuk berjuang terus hingga pada akhirnya kita bisa jadi seorang pemenang.

    Le respect pour Dembélé. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin tahun depan ia bisa memenangi Ballon D’or 2x berturut-turut, membuat rising star Lamine juga harus mencari cara bagaimana bisa membawa Barcelona untuk bisa lebih hidup dan merebut title Ballon D’or dari diri Dembélé.

    Respect and honor from deep of my heart,

    Antonius

  • Biasanya kalo dengar kata ‘senyum’, pasti bakal ngarah ke brand pasta gigi terkemuka di Indonesia. Tapi, kali ini, Boga Group meluncurkan program “1,2,3…. Smile 😊” dengan hanya tersenyum selebar dan senatural mungkin, maka kamu bisa mendapatkan promo sesuai dengan merchant yang berpartisipasi, melalui link https://lnkd.in/gQ77Y6mG.

    Mulai dari Pepper Lunch (https://lnkd.in/gbH2wBfR), Bakerzin (https://lnkd.in/gUMg24fx), Ebiga (https://lnkd.in/gS6S75KK), Shaburi & Kintan Buffet (https://lnkd.in/gpuFdXJc), dan brand Boga Group lainnya. Promo yang didapatkan juga bervariasi mulai dari Buy 1 Get 1, Diskon 50%, dan masih banyak lagi, berlangsung hari Senin-Jumat, 15-26 September 2025.

    Gerakan ini dapat dikatakan cukup pintar, karena melalui gerakan ini mereka menekankan pentingnya untuk selalu tersenyum di tengah situasi dan masalah yang mungkin tidak pasti. Dan disituasi tersebut juga Boga hadir menemani para pelanggan setia Boga Group (terutama buat orang yang dompetnya sudah memasuki tanggal-tanggal tua, IYKYK).

    Juga, melalui gerakan ini, membuat kita diingatkan untuk selalu tersenyum pada setiap orang dan setiap kondisi, karena senyum membawa kehangatan dan kebahagiaan.

    Kudos Boga Group (also Mas Hendra Kurniawan, Mas Nuarintyas Lisesar).

    *Jangan lupa senyum hari ini 😊

    Smile and Ciao Ciao,
    Antonius

  • Kalau lagi pake Google Maps atau Waze, terkadang saat kita salah berbelok arah, suka ada tanda atau bunyi “re-route” / “re-calculate”, mengarahkan kita ke jalan yang seharusnya dengan mengkalkulasi ulang jalur yang sedang ditempuh.

    Terkadang, dalam hidup, kita juga suka salah arah dalam melakukan sesuatu, dan pada saat itu ada alarm pada diri untuk “re-route” ke jalur yang seharusnya kita lakukan. Hal tersebut diizinkan dalam hidup kita, untuk kita bisa sekadar menikmati dunia sekitar yang mungkin terkadang suka kita lewatkan di tengah hiruk pikuk kesibukan atau masalah yang suka dihadapi.

    Juga, hal tersebut diizinkan untuk membentuk karakter lebih baik lagi, menghargai orang lebih baik lagi, menghargai diri sendiri lebih baik lagi, berpikir positif lebih banyak lagi, bersyukur lebih banyak lagi. Jadi, kalau lagi salah arah, mari kita nikmati proses yang terjadi. Mungkin, banyak hal yang tidak kita sadari justru membantu membentuk pribadi kita lebih baik lagi.

    Senantiasa berkembang, bersyukur bagi teman-teman yang membaca.

    Kalau teman-teman, apakah setuju dengan proses “re-calculate” dalam hidup kita?

    Love and peace,
    Antonius

Design a site like this with WordPress.com
Get started