Anton's Blog

Welcome and Enjoy :)

  • Baru-baru ini, dunia handphone cukup digemparkan informasi dari brand realmerealme Indonesia , membawa kejutan dengan me-reveal dua project terbaru mereka: handphone dengan kapasitas baterai 15.000mah yang ketebalannya diclaim lebih tipis dari powerbank dengan kapasitas sama, serta hp yang bisa memiliki fitur pendingin seperti “AC”.

    Untuk baterai 15.000mah, dengan klaim yang diinformasikan pihak Realme (https://www.instagram.com/p/DN2rh9WWspK/) dan juga gadget influencer (contoh seperti Gadgetin – https://www.instagram.com/p/DN2lCXzZqrW/), dan jika nantinya benar-benar jalan produknya maka akan benar-benar memberikan dampak berupa:

    1. No Powerbank, No Problemo!

    Selama ini orang biasa membawa powerbank dengan kapasitas besar untuk mendukung kinerja di lapangan, dari 10.000-20.000mah. Jika nantinya produk ini benar-benar diluncurkan dengan harga yang masuk di kantong masyarakat kelas bawah hingga menengah, mencakup pekerja lapangan mulai dari driver ojek online maupun sales lapangan, orang-orang bisa menjadikannya sebagai gadget utama maupun secondary karena memberikan topangan daya yang sangat menunjang aktivitas, baik sebagai single device maupun dijadikan fungsi powerbank, dan hal ini bukan tidak mungkin membuat pangsa pasar penjualan powerbank bisa merosot tajam.

    2. Perlombaan mengembangkan kapasitas baterai

    Dengan adanya pengemukaan atas pengembangan proyek yang dilakukan, bukan tidak mungkin setiap brand dari handphone yang ada akan terpancing untuk membuat hal serupa, bahkan lebih dari kapasitas yang sedang dalam proses pengembangan. Bahkan, mereka juga lebih akan terpacu untuk bisa menghasilkan baterai yang mungkin jauh lebih baik lagi. Juga, arah persaingan ke depannya, tidak akan berfokus pada performa saja, tapi penunjang baterai akan menjadi menu pelengkap yang membuat orang pada akhirnya akan berfokus pada 2 hal dari sebuah komponen handphone sebelum mereka membelinya.

    3. Lifestyle Icon (Nggak punya, ah nggak keren)

    Dengan mempunyai handphone kapasitas besar, orang-orang akan bisa bilang : “Gw punya nih, loe mana? Ah nggak keren nih, update dong sama keadaan”. Inilah bisa menjadi keadaan di tongkrongan-tongkrongan, terlebih saat ingin ‘mabar’ atau panjangnya main bareng.

    4. Pengenalan brand Realme yang lebih luas lagi

    Hal ini sangat membantu mereka bukan jadi brand yang hanya terkenal karena memiliki unsur “kembaran”, tapi juga menjadi pelopor yang bisa memasukkan baterai kapasitas besar ke dalam sebuah handphone dan tidak membuat HP tersebut menjadi tebal. Tentu ini akan mengepakan nama mereka lebih luas lagi, dan bukan tidak mungkin akan dijadikan trendsetter untuk pengembangan teknologi handphone.

    Berpindah ke tipe project ‘Chill Fan Phone’. Tipe project ini juga tidak kalah menarik perhatian. Tipe HP ini memiliki fitur seperti AC yang dapat dinyalakan atau dimatikan. Berdasar apa yang ditampilkan, di HP ini bisa membuat udara sekitar menjadi dingin sekaligus bisa membuat sirkulasi udara panas menjadi terbuang jika dipakai untuk hal-hal / aktivitas berat. Hal ini tentu berpengaruh pada penggunaan kipas portable maupun cooler HP, karena kedua fitur tersebut sudah dijadikan satu dalam satu perangkat, yang tentunya akan sangat berdampak pada penjualan barang tersebut.

    Namun, di tengah pengembangan yang dilakukan, apakah ada yang dapat menyaingi? Atau justru siapa brand yang dapat menggabungkan kekuatan yang ada menjadi kekuatan baru yang justru mematahkan gebrakan yang dimulai Realme?

    Kita patut tunggu proses kompetisi teknologi yang sedang berjalan. Kalau menurut kamu, sekiranya apakah gebrakan ini dapat membuat brand Realme menjadi diunggulkan dalam waktu 5-10 tahun mendatang?

    Salam,

    Antonius

  • Duka mendalam telah meliputi banyak orang terkait kematian seorang driver Gojek, Mas Affan Kurniawan. Dengan apa yang dialami, seluruh tubuh terasa merinding atas apa yang terjadi. Bingung, memikirkan apa yang sedang terjadi, ada apa dengan negeri tercinta ini? Hanya diri ini juga mengutarakan turut belansungkawa pada pihak keluarga, tapi juga berdoa untuk adanya rasa sukacita yang timbul pada setiap anggota keluarga.

    Bukan rasa sukacita dalam arti bersenang-senang, euphoria, tapi mengarah kepada terus melanjutkan semangat, tekad, atau apapun yang dilakukan seorang anak muda yang menjadi tulang punggung keluarga. Rasa sukacita dibutuhkan, agar : satu tumbang, tidak semua hanyut tenggelam.

    Tulisan ini tidak bertujuan untuk memanaskan atau mendinginkan suasana, tapi bagi saya, ini menjadi reflektif atau ajakan untuk kita semua untuk lebih waspada dan lebih empatik lagi terhadap setiap orang di sisi kita. Kritis tentu, berdoa jangan lupa. Berdoa setiap kita dilindungi, berdoa setiap orang yang ada di lapangan menyerukan suara untuk kemerdekaan sejati setiap anggota masyarakat di tanah Ibu Pertiwi dilindungi senantiasa, berdoa untuk kondisi politik keuangan atau apapun yang dijalani di tanah Garuda ini berproses menuju ke arah yang lebih baik.

    Terima kasih Gojek telah mendedikasikan diri untuk membantu keluarga dan juga melalui yayasan yang dimiliki telah bertekad memberi beasiswa untuk adik almarhum (https://www.instagram.com/stories/gojekindonesia/3709771336954145046/) (tulisan ini hanya berdasar dari hati, bukan hanya pemanis).

    Selalu jaga kesehatan, jaga keselamatan. God Bless all of us, God Bless Indonesia.

    From deep of my heart,

    Antonius

  • Hahhaha maaf kan dengan judul yang click bait ini. Pertemuan ke-3 ini bisa saya bilang seluruh tim sedang berpacu dalam merapikan struktur agar proses ke depan lebih terukur dan terarah. Dengan lebih yakin dalam melangkah, team inti pun membuka juga kesempatan untuk volunteer bagi segenap pecinta dunia PR untuk bergabung (https://www.linkedin.com/posts/public-relations-clubhouse-indonesia_prclubhouse-prcommunity-speakyourpr-activity-7365712972213600256-sk7R?utm_source=share&utm_medium=member_android&rcm=ACoAACDpbwoB_BCCgJXc5tJtnGgHuvm4yWvZdRw), membantu dengan segenap kekuatan menjalankan roda yang sudah mulai berputar perlahan.

    Dari sini, konsistensi setiap orang diuji, baik team internal, maupun para peserta dari event pertama, apakah akan tetap setia dalam kapal yang sama atau tidak untuk membawa PRCHI lebih berkembang secara skala lokal maupun nasional sebagai target harapan jangka panjang.

    Tak lupa, ingin menginfokan untuk temen temen setia PRCHI, please banget standby dengan apa yang sedang disiapkan, baik konten maupun event. Dalam waktu dekat akan ada event untuk melengkapi besarnya tahun 2025. Jadi, yang emang nungguin, jangan sia-siasin waktunya dan kalau udah beli tiketnya, jangan, bener jangan deh diseplein, sayang bukan sekadar uangnya, tapi mentalitas untuk menghargai diri sendiri dan usaha team PRCHI membangun ruang untuk setiap orang bisa bertumbuh dalam dunia PR.

    Semoga yang membaca ini nggak tarik ulur napas, tapi bisa menjadi arahan untuk selalu menantikan setiap langkah PRCHI.

    Peace and Love,
    Antonius

  • “Very grateful”, itulah rasa syukur yang bisa diungkapkan untuk acara pertama yang telah berlangsung. Terima kasih kepada antusias para peserta, membuat seluruh tim internal Public Relations Clubhouse Indonesia begitu bersemangat untuk segera menetapkan dasar fondasi untuk mengembangkan lebih jauh lagi PRCHI ini.

    Pemimpin kami, Mas Muhammad Arrozi Effendi, dan seluruh anggota komite yang hadir seperti Mba Maria Stelladimax Ntelok, S.I.Kom, Mba Elisabeth Stefanny Luis, Mas Setiyadi Pujo Nugroho, Mas Muhammad Sadad Rasyad, Mas Muhammad Fairuz Hisyam Anshori, Mba Aura Apriliansyah, Mas Aryandri Amalda Artono, Mas Jagat Afghani Gangsar Sutrisna dan juga anggota komite yang tidak bisa hadir sedang menata dengan serius langkah yang akan kami pijak bersama ke depannya, karena tim PRCHI ingin menjadikan komunitas ini tidak hanya menjadi “euphoria” semata, tetapi menjadi sarana untuk semua pihak baik professional maupun “rising stars” yang sedang membangun dirinya dalam proses karir di dunia PR. Sarana untuk menjadi rumah, tempat singgah bercerita, berkonsultasi, menatap masa depan dan merencakan hal-hal yang baik dalam dunia PR yang pada akhirnya bisa mengguncang seluruh Indonesia dan bukan tidak mungkin merambah ke luar negeri untuk membangkitkan semangat antusias seluruh pihak untuk bersatu memikirikan bagaimana strategi PR yang baik untuk semua orang dan semua kalangan.

    Saya meminta teman-teman berdoa, mendukung dalam hati dan pikirkan, menyebarkan semangat yang telah didapat dari acara pertama, agar ‘api’ yang ada tidak padam, membuat setiap pribadi kita terus menantikan kapan acara selanjutnya terjadi. Jika teman-teman ada masukkan atau saran, jangan ragu untuk sampai ke semua komite yang disebutkan atau langsung ke akun PRCHI, agar saran tersebut dapat dijadikan bensin kami untuk berkendara lebih jauh sesuai dengan apa yang kami sudah targetkan.

    “Much appreciated” juga untuk Mas Imam dengan penuh gairah memberikan masukan, pujian, saran, yang sangat berarti bagi setiap masing-masing dari kami yang hadir. Apa yang telah dikatakan membuat kami tentu akan mempertimbangkan setiap tindakan yang akan kami lakukan untuk membawa lebih harum lagi nama PRCHI (“also the initiator for the pose to show the PRCHI identity”). Jangan lupa mampir teman-teman ke Instagram Mas Imam (https://lnkd.in/gG89duNM), soalnya saya nggak tahu Linkedin beliau 😊.

    Ditunggu kejutannya teman-teman PRCHI (termasuk Mas Cahyo Adi Widananto yang begitu “excited”). Stay tuned. Stay healthy!

    Salam cinta,
    Antonius
    #ToInfinityandBeyond #Optimistic #Togetherness

  • Tulisan kali ini mungkin akan sedikit berbeda. Kali ini saya ingin mengajak untuk merenung sejenak. Jika kita sebagai seseorang ingin dihargai, dihormati, dimengerti, dipahami, tentu kita lakukan itu ke orang lain, tapi apakah dilakukannya kepada orang yang kita kenal, kita ketahui? Lantas bagaimana dengan orang yang tidak kita kenal? Apakah kita akan melakukannya, tapi hanya ke orang yang memegang jabatan tinggi? Lantas, bagaimana dengan orang yang bekerja di toko-toko (tenant di mall contohnya), bagaimana cara kita memperlakukan?

    Saya sesekali jika penat di rumah ketika proses mencari kerja di platform pencari kerja, saya datang mengunjungi salah satu gerai Starbucks Indonesia yang ada di wilayah Jakarta Barat. Namun, melihat sebagian orang memperlakukan barista yang ada, dari kacamata saya pribadi, perlakukan yang ada dapat dibilang kurang menghargai. Sampah makanan berserakan baik makanan yang dibeli maupun makanan dari luar dibawa (meski sudah ada larangan dan mereka sebagai barista memberikan pengertian), gelas tidak dibereskan baik cup maupun gelas kaca milik tenant, meja dan kursi yang dipindahkan ke tempat yang bukan tempatnya dengan tujuan untuk supaya bisa menampung orang lain agar bisa duduk bersama tidak dikembalikan ke tempat semestinya, padahal terkadang di tengah kesibukan mereka, mereka juga menyempatkan waktu untuk mengantarkan minuman yang telah dipesan. Pada akhirnya, mereka juga harus membereskan itu, disamping itu adalah tugas mereka, mereka lakukan itu tanpa lelah karena mereka juga berperan menjaga nama perusahaan karena mereka ada di garda terdepan.

    Lalu, cara orang berbicara kepada mereka terkadang seperti merendahkan dengan contoh seperti “Tambah esnya lagi dong / minta air esnya dong (dengan nada ketus), minumannya nggak enak nggak sesuai rekomendasi”, padahal mereka sedang bekerja dan berusaha untuk memberikan yang terbaik setiap harinya, menampilkan versi terbaik mereka untuk bisa memberikan layanan terbaik yang bisa mereka berikan dengan tujuan untuk mengharumkan nama tempat yang mereka tempati.

    Padahal, dengan membereskan tempat minuman yang kita pakai ke tempat sampah, jika itu cup, jika itu gelas bisa ditempatkan ke tempatnya atau kembalikan kembali ke barista, jika makanan yang kita miliki ada bekasnya bisa kita bereskan untuk kita bawa pulang atau buang ke tempat yang disediakan, mengembalikan meja dan kursi yang sudah diambil ke tempat semulanya. Saat minta sesuatu depan barista, bisa dengan sopan “Kak/Mas/Mba, tambah lagi esnya boleh ya, atau minta air esnya ya, atau maaf sebelumnya nih, rekomendasinya agak kemanisan, nextnya boleh ya untuk rekomendasi minumannya yang nggak gitu manis/caranya gimana ya supaya nggak kemanisan?”, sampaikan terima kasih ketika sudah menerima service mereka.

    Dengan kita melakukan itu semua, kita menghargai mereka juga sebagai manusia, terlebih mereka harus memastikan tenant secara keseluruhan (bagian barista sampai keseluruhan area untuk customer duduk) berada dalam keadaan rapi agar shift besoknya bisa memulai hari dengan baik tanpa ada kendala, karena tindakan akhir akan menentukan sesuatu yang dimulai baru. Melakukan itu juga membuat mereka dalam hati bisa merasa “wah, aku dihargai, apa yang aku lakukan ternyata ada timbal baliknya”.

    Terima kasih teman-teman barista yang telah bekerja dengan baik dan memberikan kesan yang baik senantiasa. Tanpa memandang rendah, kalian luar biasa. Nggak semua orang bisa melakukannnya ataupun menjalaninya, harus tersenyum setiap saat, tidak marah saat mendapatkan komplainan (disamping itu adalah SOP yang harus dijalankan), dan mungkin cerita-cerita yang kalian nggak pernah ungkapan saat saya berbincang dengan kalian.

    Tulisan ini ingin saya beri contoh bagaimana menghargai sesama manusia, karena manusia butuh dihargai, diapresiasi. Tanpa itu, sesama manusia tidak akan bisa hidup dalam keharmonisan lebih dalam dari yang sudah ada.

    Sekian tulisan kali ini. Saya tidak mengharapkan semua orang menyukai tulisan ini, tapi tujuannya adalah menghargai para baritsta dan biarkan tulisan ini mengalir dan dapat menjadi refleksi bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih menghargai. (Jika memang tidak suka, jangan jahat-jahat ya kata-katanya).

    Salam hangat dari saya untuk kalian para pembaca.

    Notes : Barista yang ada tidak saya masukkan namanya demi menjaga kenyamanan mereka. #MovingForward #Appreciation #Humble

    @          Foto 1 pelanggan datang, ada barista bertugas melayani + membuat minuman.

    @          Foto 2-5 menunjukkan para pelanggan yang tidak membantu membersihkan area yang digunakan (meninggalkan sampah + meja tidak digeser kembali ke tempat semula).

    @          Foto 6 menunjukkan bahwa Starbucks telah menyediakan tempat sampah dan tempat menaruh piring/gelas kotor.

    @          Foto 7-8 menunjukkan salah satu barista yang sedang membersihkan area saat menjelang tenant tutup.

  • Senang, lelah, panik, cemas, atau apapun perasaan yang ada, semua bercampur menjadi satu. Rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata untuk bisa menjadi bagian dari perjalanan awal PR Clubhouse Indonesia yang dimulai dari event pertama di Gatot Subroto, antusias yang ramai dari para tamu yang menghadiri acara seperti Bu Inri Sembiring, Mas Richy Priyo Sunarno, S.I.Kom, Mas Akbar Malik Adi Nugraha, Mas Dylan Aprialdo Rachman, Mba Yunitasyia Nafa Zahro dan Mas Ahmad Nurmansyah, untuk terhubung dan belajar bersama terkait dunia kehumasan saat ini dan dampaknya untuk masa depan, membuat perasaan yang saya alami terasa terbayarkan.

    Semangat yang menyatu, menyala, membara dari anggota seperti Mas Muhammad Sadad Rasyad, Mba Angela Shannon, Mas Muhammad Fairuz Hisyam Anshori, Mba Maria Stelladimax Ntelok, S.I.Kom, Mas Abizar Febryan, Mba Fatimah Khoirunnisa, Mas Jagat Afghani Gangsar Sutrisna, Mba Elisabeth Stefanny Luis, Mas Setiyadi Pujo Nugroho, Mba Sofianisa Rahmawati dan seluruh anggota Public Relations Clubhouse Indonesia termasuk leader kami, Mas Arrozi, membuat saya sangat puas menjalani kegiatan dari awal mula hingga akhir acara. Terima kasih juga saya telah dipercayakan team PRCHI untuk menjadi Liasson Officer (LO) untuk mengawal Pak Michael Reza Say dan Pak Adra Janitra selaku Special Guest dari awal hingga akhir acara, dan pengalaman besar ini tidak akan pernah saya lupakan karena bisa mendampingi top level yang mungkin saya tidak bisa lakukan di tempat lain.

    Sedikit yang bisa dishare dari apa yang menjadi highlight dari para pembicara yang hadir untuk mengisi sesi seperti Bu Syifa H. Mahartomo, Bu Ike Yuningsih, Pak Michael dan Pak Adra adalah:
    1. Kita harus membuat cahaya di tengah situasi yang pelik,
    2. Jadikan kita posisi yang bisa dipercaya untuk berbicara, jangan sebuah situasi membuat kita tidak dipercayakan lagi untuk menangani isu yang ada di publik,
    3. Bisa untuk menempatkan diri dalam bercerita atau menangani situasi, dan mengetahui kapan harus berbicara – kapan harus mendengar,
    4. Lakukan repetisi dalam pembicaraan dengan membungkus kata-kata yang ada di setiap pengulangan, dengan tujuan untuk membuat orang menjadi teringat akan isi pembicaraan kita.

    Sekian tulisan dari saya. Sekali lagi, terima kasih seluruh team PRCHI dan para pembicara. Kehadiran kalian menambah warna dalam hidup saya.

    Sampai jumpa di acara selanjutnya.

    PR Clubhouse Indonesia, #UnmuteYourself.

  • Tak Kenal, Maka Tak Sayang (1st apperance of me at PR Clubhouse Indonesia Meeting)

    Relevansi tak sayang untuk diri saya adalah lebih mengarah pada proses mengenal. Terima kasih kepada Mas Arrozi dan Mas Rasyad yang telah mengizinkan saya untuk menjadi bagian dari perjalanan panjang PR Club House Indonesia. Menjadi bagian ini, membuat saya terpacu untuk mengenal lebih dalam terkait dunia kehumasan. Tekad yang kuat dari Mas Rozi selaku Founder PR Club House Indonesia dalam mengepakan sayap PRCHI untuk tidak hanya fokus mengenalkan, tapi juga menjadikan semua orang sebagai bagian daripada keluarga besar PR Club House Indonesia.

    Tak lupa juga mengajak, PR Club House Indonesia juga akan mengadakan first big event untuk orang-orang yang sedang belajar dunia PR ataupun orang yang sudah berkecimpung di dunia PR. Yuk, mari kita belajar, sharing bersama, untuk mempertajam insting kita as a PR enthusiast. See you on August, 2nd 2025. Check this LinkedIn post (https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7356639733835288576/) if you’re interested with PR Club House Indonesia and want to join for the event.

    PR Club Indonesia, #UnmuteYourself!

  • https://www.agoda.com/id-id/le-meridien-jakarta_14/hotel/jakarta-id.html?cid=1844104

    Halo, kawan-kawan. Lama sudah saya tidak menulis sejak terakhir kali menulis untuk tugas kuliah. Kali ini, ada suatu hal yang membuat saya kembali tergerak untuk menulis di blog saya sendiri. Tentu dari judul, kalian mungkin sudah bertanya-tanya, mengapa judulnya seperti itu.

    Yap. Ada sebuah restoran bernuansa Jepang bernama NO NA MA di hotel Le-Meridien.

    Logo dari No Na Ma Restaurant
    Source: Whatsapp No Na Ma Restaurant

    Nama restoran ini terngiang-ngiang selalu di kepala saya, hingga rasa makanannya terbawa mimpi. Apa alasannya? Saya akan jabarkan berdasarkan apa yang saya rasakan pada saat saya berkunjung pada hari Minggu, 8 November 2020 dengan paket yang diambil adalah Sunday Brunch.

    Pertama kali menginjakkan kaki di dalam restoran tersebut, saya disambut dengan keramahan para team dari No Na Ma. Mereka tersenyum (meski ditutupi dengan balutan masker, sesuai dengan protokol saat ini dalam situasi pandemi COVID-19) dan sangat ramah ketika melihat saya masuk. Saat masuk pun, kita akan merasakan ketenangan karena di dalamnya ada area seperti air mancur kecil yang membuat pikiran kita jernih. Setelah itu, saya pun dibawa oleh salah satu team ke satu ruangan untuk kami tempati.

    Penampakan dalam dari No Na Ma Restaurant
    Source: https://destinasian.co.id/restoran-jepang-baru-di-jakarta/

    Satu kata dalam hati : “LUAR BIASA!” Mengapa tidak? Karena, tempat yang akan kami tempat sangat nyaman, dimana tempat tersebut terlihat sangat private. Disitu pun, saya sebagai tamu harus melepaskan alas kaki. Namun, hal itu tak masalah karena saya memakai kaus kaki 🙂

    “Note : Maaf jika saya tidak foto ruangan-nya karena terlalu terhipnotis”

    Saya pun duduk dan kemudian ditawarkan menu-menu. Namun, bukan berupa buku. Disini sudah memakai sistem scan barcode, dimana setelah kita melakukan scan, akan muncul menu-menu yang tersedia. Biar tidak terlalu penasaran, saya akan tampilkan dulu list menunya nih.

    Source: Instagram No Na Ma Restaurant

    Yap, menu-menunya menarik bukan? Nah, tidak hanya menarik saja, saat dicoba pun dari tiap section makanan yang disajikan, rasanya pun membuat lidah anda akan bergetar. Mengapa? Karena tiap makanan yang disajikan penuh dengan kesegaran.

    Dari section sushi dan roll, dapat dikatakan rasanya itu ‘uenak pol’. Baik dari rumput laut, nasi, ikan yang disajikan sangat segar. Jika anda penyuka soy sauce, pas deh untuk dicelup sushi dan rollnya, karena akan melengkapi keindahan di tingkap langit lidah anda sekalian.

    Kemudian dari section sashimi. Ini merupakan section menu yang paling favorit menurut saya. Potongan ikan yang pas membuat tiap jenis sashimi indah untuk dilihat, terlebih jika sudah menyentuh rongga mulut anda. Ikan yang segar terasa begitu istimewa di lidah. Jika saya harus membandingkan dengan beberapa tempat yang menyajikan sashimi, tempat ini langsung menggeser tempat yang ada di top list saya.

    Lanjut di section agemono dan yakimono. Bisa dibilang ini section agak berbau goreng-gorengan dan grill sih, meskipun ada saladnya (saya tidak sempat coba karena fokus ke yang lainnya :() Untuk tempura dan karagenya sendiri tidak terasa lengket di lidah. Untuk jenis masakan teriyaki, yang saya suka adalah salmon teriyaki-nya. Perpaduan salmon dan saus teriyakinya pas, dalam arti kelembutan salmon-nya sendiri tetap terasa dalam balutan saus yang asinnya tidak mendominasi. Yang terakhir dan nggak kalah penting, salmon kama dan hamachi kama. Kalo salmon kama itu pipi salmon yang digoreng, sedangkan hamachi kama itu bagian pipi ikan ekor kuning (yellowtail) yang digoreng. Itu pas disajiin, tebel banget pipinya, jarang kita bisa dapatkan itu di tempat lain.

    Beralih ke section mie dan nasi. Buat kamu yang pengen juga makan nasi atau mie, disini juga ada. Dan kalo dari saya, yang recommend di section ini adalah toripaitang ramen sama sukiyaki. Kalo ramen itu isinya potongan ayam, rumput laut, telur, dan kamaboko (sosis ikan). Sedangkan sukiyaki isinya terdiri dari soun, daging sapi, daun bawang, juga selada air. Kedua menu ini sangatlah menjadi rekomendasi karena mie/soun yang tidak lembek, isian yang pas, dan terutama kuahnya yang terasa begitu gurih dan sangat amat terasa jika dimakan saat baru disajikan.

    Nah, yang terakhir bagian dessert. Yang saya dapatkan adalah potongan kue dengan rasa red velvet, chocolate cake, nougat cake, small pie, peach pudding, buah pepaya, dan Chawan Mushi (telur yang kalo bentuknya umumnya dikenal mirip seperti kembang tahu, yang diisi dengan udang dan jamur). Menu penutupnya yang disajikan ini menurut saya sangat melengkapi apa yang sudah dimakan sebelumnya.

    Secara keseluruhan, saya sangat puas dengan pelayanan dan makanan yang disajikan. Menu-menunya recommended dan pantas untuk dicoba. Tak lupa saya juga berterima kasih kepada Bu Bunga dan Pak Nicholas atas apa yang diberikan terhadap saya.

    Hanya saja, minumannya belum termasuk ke dalam package ya.

    Oh ya nih untuk kawan-kawan pembaca ada info menarik juga nih. Untuk saat ini, promo di hari Minggu itu ada paket buy 1 get 1, jadinya kamu bisa ngajak temen, pacar, atau keluarga untuk datang. Terus, di hari Selasa sampai Sabtu, kamu bisa menikmati makan di restoran ini hanya dengan RP 150.000,- saja (nggak dapet sashimi tapi ya, dan juga nggak semua menu keluar, tapi tetap worth it untuk dimakan). Untuk lebih lengkapnya bisa dicek di Instagramnya (@nonamarestaurant) atau bisa telpon di 021- 5711577 (nomor ini juga tersedia Whatsapp-nya loh).

    Sekian tulisan saya. Semoga para kawan-kawan tertarik untuk mencobanya.

    Extra : Beberapa foto yang masih teringat untuk diambil saat makan (WAKAKAKAKA)

  • Pendidikan adalah hak yang dimiliki setiap orang, tak terkecuali teman-teman disabilitas. Teman-teman disabilitas juga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, untuk bisa mencapai cita-cita yang diinginkan. Namun, adakah program bantuan / beasiswa untuk memampukan mereka mendapat jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu perkuliahan?

    Kasubdit Kesejahteraan Mahasiswa, bagian Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Rosmalita, menyatakan bahwa untuk saat ini, di UI sendiri ada program beasiswa untuk teman disabilitas saat ini seperti misalnya Beasiswa Difabel Tahun 2019 yang diberikan oleh Kemendikbud, yang dimana setiap tahunnya akan ada beasiswa seperti ini. “Bagi teman-teman disabilitas yang ingin mendaftar beasiswa itu, pendaftaran bisa dilakukan dengan mengakses sistem informasi beasiswa.ui.ac.id sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dengan mengupload berkas sesuai dengan yang disyaratkan oleh Kemendikbud, seperti NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), serta melampirkan surat keterangan dari lembaga/profesi yang memiliki kompetensi dalam assessment mahasiswa berkebutuhan khusus,” ujar Rosmalita. Rosmalita juga menambahkan kalau teman-teman disabilitas tidak perlu takut untuk mendaftar kuliah di UI, karena UI sendiri tidak membeda-bedakan orang-orang yang ada. “UI tidak membedakan calon mahasiswa yang diterima berdasarkan finansial dan maupun kondisi disabilitas calon mahasiswa, yang membedakan hanya kemampuan akademik dan hasil seleksi masuk, jika lolos dan diterima UI akan berusaha untuk memberikan fasilitas pendidikan seperti bantuan beasiswa dan lain-lain,” tegas Rosmalita.

    Aldri (Nama Samaran), salah satu teman disabilitas, yang saat ini berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) , menyatakan bahwa beasiswa yang ada untuk teman disabilitas sangat penting, karena hal itu tentu saja akan memberikan bantuan dalam hal ekonomi (pembayaran uang kuliah). Selain itu, Aldri menyatakan, bahwa beasiswa untuk teman-teman disabilitas dapat membuat dirinya dan teman disabilitas yang lain lebih memiliki semangat untuk berkuliah. “Buat saya dan teman-teman disabilitas, ya kalo dikasih beasiswa gitu ya, pasti apa ya …… ngerasanya itu kaya lebih semangat lagi lah kalo (nanti) kuliah, gitu ya.” Ia juga menambahkan, kalau beasiswa ini juga turut meningkatkan semangat teman-teman disabilitas yang mungkin merasa malu untuk berkuliah. Aldri kemudian mengutarakan, bahwa sosialisasi beasiswa untuk teman-teman disabilitas dirasa kurang. Dia menghimbau, bagi pihak-pihak yang memberikan pengumuman mengenai beasiswa, dapat memberitahukan dengan jelas, apakah beasiswa tersebut bisa diikuti oleh teman-teman disabilitas atau tidak. “Kadang, ada beberapa yang nggak tau kalau kalau beasiswa itu nggak cuma untuk yang orang-orang yang normal, tapi bisa buat juga yang disabilitas.” Karena, apabila beasiswa tersebut bisa diikuti oleh teman disabilitas, teman-teman disabilitas pun menjadi kaya informasi dan informasi yang ada sendiri dapat tersebar dengan lebih cepat, seperti misalnya, jika ada seorang teman dari teman disabilitas yang mengetahui informasi beasiswa yang lengkap untuk teman-teman disabilitas, mereka dapat langsung memberitahu dan bahkan membantu teman mereka untuk mendaftar. Aldri juga menambahkan, kalau sosialisasi itu sendiri diiringi dengan pemberian beasiswa secara khusus untuk teman-teman disabilitas, sehingga dirinya dan teman-teman disabilitas sendiri memiliki opsi beasiswa yang dapat dipilih seturut dengan apa yang mereka ingini. 

    Julianty, masyarakat umum, mengutarakan bahwa ia memandang beasiswa untuk teman disabilitas merupakan hal yang sangat penting. “Sangat penting ya merasa saya. Jadi mereka tetap termotivasi dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik. Jangan karena satu lain hal, karena keterbatasan mereka, mereka ingin menempuh jalan pendidikan yang lebih tinggi, menjadi kendala.” Dirinya juga menambahkan, bahwa sosialisasi beasiswa untuk disabilitas sangat kurang. Selain itu, dirinya juga mengutarakan sebaiknya pemerintah menyediakan lembaga khusus untuk menampung beasiswa disabilitas. “Sosialisasi untuk disabilitas saat ini menurut saya liat masih kurang yah. Lebih baik, pemerintah mendirikan suatu wadah dimana wadah itu untuk menyalurkan beasiswa untuk para disabilitas yang memenuhi kriteria.”

  • Namanya Ayu Aldila, akrab disapa Ayu. Ayu merupakan seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi, Peminatan Jurnalisme. Saat ini, ia berada di penghujung masa perkuliahan, yaitu di semester 7. Tak hanya aktif berkuliah semata, Ayu saat ini juga aktif dalam Resimen Mahasiswa (Menwa) Wira Makara Universitas Indonesia dan berposisi sebagai Wakil Komandan Satuan.   

    Menjadi bagian dari Menwa UI sendiri bukanlah sesuatu yang direncanakan oleh Ayu. Ayu menyatakan bahwa pada awalnya, saat masih menjalani Ospek Mahasiswa Baru, dirinya hanya kagum melihat orang-orang Menwa UI yang memakai seragam menyerupai seragam militer. Di jenjang waktu yang bersamaan, ia mendapat kesempatan untuk menjadi pengibar bendera Indonesia untuk upacara 17 Agustus (2016) dan kemudian masuk dalam kamp pelatihan anggota pengibar bendera. Pelatihan untuk menjadi pengibar bendera dilakukan oleh Menwa UI. Di pelatihan yang ada, Ayu awalnya menjadi terpancing untuk mengetahui Menwa UI dengan lebih dalam. Namun, Ayu kemudian mengurungkan niatnya untuk mengetahui Menwa UI secara mendalam dan bergabung di dalamnya (menjadi anggota) dikarenakan ada salah seorang anggota Menwa UI yang mengkritisi banyaknya mahasiswa/i yang ingin bergabung dengan alasan yang tidak jelas, seperti alasan hanya ingin menjadi rajin olahraga, menjadi lebih disiplin.  

    “Disitu kaya lebih mikir lagi, iya-ya, alasan sebenarnya kalau misalnya mau gabung di Menwa tuh sebenarnya apa. Terus, dari situ, mulai kaya ya udahlah nggak usah gabung, mau ngapain juga gabung, gitu kan,” ujar Ayu. Ia pun pada akhirnya memilih untuk tidak memikirkan Menwa UI. Kemudian, tak berselang lama, temannya yang bernama Indah, mengajak Ayu untuk bergabung menjadi anggota Menwa UI. Saat itu, Ayu menyatakan bahwa dirinya sudah tidak ingin memikirkan hal itu. Namun, temannya tetap mengajak Ayu untuk mencoba merasakan suasana perkumpulan anggota Menwa UI.  

    Di perkumpulan anggota Menwa UI, ia melihat ada alumni-alumni Menwa UI yang hadir dan disitu Ayu juga mendengar cerita atas pengalaman mereka terkait pekerjaan dan juga koneksi (jaringan) setelah mengikuti Menwa UI. Setelah mendengar cerita pengalaman dari para alumni, Ayu pun tertegun. “Wah kayaknya buat nyari koneksi, keren juga nih, sama linknya banyak banget kemana-mana,” katanya. Ia kemudian memutuskan untuk mencoba mendaftar menjadi anggota Menwa UI dan juga mencoba mengikuti latihan perdana Menwa UI. Setelah mengikuti pelatihan pertama Menwa, ia membulatkan niatnya untuk benar-benar bergabung menjadi anggota Menwa UI.

    Hari demi hari, bulan demi bulan pun dilewati Ayu sebagai anggota. Ia kemudian mulai merasakan efek dari dirinya yang menjadi bagian dari Menwa UI, dimana dirinya merasakan perubahan dalam hal mentalitas, bagaimana bersikap, bertutur kata, berinteraksi dengan orang lain, berusaha mendengarkan perintah dari orang yang berada di atas dan mematuhinya, hingga dalam aspek kepedulian (awareness) terhadap orang lain

    Hal-hal seperti itulah yang kemudian membuat Ayu menguatkan tekadnya untuk terus menjadi bagian dari Menwa UI. Aspek lainnya yang membuat Ayu tidak ingin lepas dari keanggotaan adalah rasa kekeluargaan. “Kekeluargaannya emang bener-bener kuat banget, nggak cuman dari anggotanya, tapi juga dari alumni-alumninya,” tegas Ayu. Contoh bentuk rasa kekeluargaan yang ditunjukkan dari para alumni seperti mau membantu pembetulan pompa air di Markas Komando Menwa UI.  

    Di waktu 1,5 tahun perkuliahan (tahun 2017), Ayu dipercayakan untuk memegang jabatan Wakil Komandan Kompi bagian calon anggota baru. Disitu, ia mendapatkan pelajaran baru, dimana ia belajar untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih muda, belajar mencari tahu apa yang diinginkan oleh calon anggota baru dan memasukan hal itu dalam perencanaan kegiatan Menwa. Di waktu 3 tahun perkuliahan (tahun 2019), Ayu dipercayakan untuk menempati posisi Wakil Komandan Satuan untuk mengurus perencanaan aktivitas maupun proses administrasi dari Menwa UI.

    Sekian 🙂

Design a site like this with WordPress.com
Get started