Dunia perdagangan, bisnis, dan teknologi terus berkembangan beriringan tanpa dapat dipisahkan. Keberadaan teknologi mempermudah proses transaksi bisnis yang dilakukan. Oleh karena itu, diselenggarakan sebuah acara yaitu Indonesia Fintech Show (IFS) 2019, bertempat di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), dimulai dari 06 November hingga 08 November 2019.
Acara IFS 2019 yang diprakarsai oleh Tarsus Indonesia menargetkan pada beberapa aspek penting di dunia perdagangan, seperti bagaimana tips dan trik yang seharusnya dilakukan para pebisnis agar dapat beradaptasi terhadap penggunaan dunia teknologi dalam perdagangan (melalui konferensi), memandu para pelaku bisnis dalam memanfaatkan artificially intelligence untuk mengolah big data, serta mengedukasi para pelaku industri untuk dapat berinovasi ketika akan membuat suatu produk agar dapat menarik minat hati dari pembeli dan pasar yang ditargetkan.
IFS 2019 kali ini juga mengenalkan teknologi transaksi yang multifungsi (contohnya ada satu mesin dapat menerima beberapa jenis pembayaran) dan mengenalkan usaha berbasis syariah yang sedang mengalami pertumbuhan di tanah air.
Foto 5 : Mesin transaksi multifungsi (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Foto 6 : Contoh usaha yang menggunakan sistem syariah (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Seorang pengunjung bernama Ratih (46), menyatakan bahwa melalui acara IFS 2019 ini, dirinya menjadi tahu bahwa perkembangan teknologi ternyata berkaitan dengan industri dan justru membantu kegiatan industri itu sendiri. “Ya, saya sebagai orang awam jujur kaget melihat apa yang ada, karena ternyata teknologi itu sangat membantu kegiatan bisnis atau industri. Misal saja, ada mesin yang bisa mencatat pembayaran kaya OVO/GOPAY tanpa menggunakan mesin terpisah dan langsung masuk ke sistem. Saya sih belum pernah lihat barang itu di tempat-tempat lain.”
Pengunjung lainnya, Yuli (45), mengemukakan bahwa sangat penting bagi para pelaku usaha untuk bisa menggunakan teknologi dalam dunia usaha mereka. “Kalau mereka tidak bisa menggunakan kebaruan teknologi dengan cermat, maka bisnis mereka tidak akan berkembang dan justru akan menjadi kalah saing. IFS 2019 ini bagus untuk membuat mereka terpancing agar bisa beradaptasi dengan keadaan sekarang dan mengembangkan bisnis dengan menggunakan teknologi.”
IFS 2019 dalam penyelenggaraannya mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Asosiasi Digital Marketing Indonesia, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, Indonesia Cloud Computing Indonesia.
Foto 1 : Logo Indonesia Science Expo 2019 (Sumber : Website ISE)
Untuk memperingati dan mengapresiasi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, diselenggarakan sebuah acara yaitu Indonesia Science Expo 2019. Indonesia Science Expo 2019 berlangsung dari tanggal 23 Oktober hingga 26 Oktober 2019, diprakarsai oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Acara ini berlokasi di Hall 5 ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
Foto 2 : Arena Acara ISE 2019 (Sumber : Website ISE)
Acara Indonesia Science Expo (ISE) 2019 mengangkat tema Today & Beyond. “Pemilihan tema ini adalah adalah sebuah pesan untuk menjadikan ilmu pengetahuan menjadi landasan dan modal dasar untuk masa depan yang lebih baik secara berkelanjutan,” ujar kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dalam siaran pers. Dalam siaran pers tersebut, Handoko juga menyatakan bahwa acara ISE dapat menjadi kemajuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) di Indonesia.
Foto 3 : Kepala LIPI saat pembukaan ISE 2019 (Sumber : Instagram ISE) Foto 4-6 : Suasana ISE 2019 (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Hal-hal yang muncul dalam acara ISE tahun ini berupa Science Expo, dimana dalam acara ini ditampilkan beragam penemuan penemuan dari lembaga riset dan perguruan tinggi, seperti filter penyaring air (air PDAM, air sumur, air hujan), radar navigasi kapal.
Foto 7-8 : Hasil karya penemuan-penemuan lembaga riset dan perguruan tinggi (filter penyaring air ; radar navigasi kapal) (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Dalam acara ISE 2019, juga terdapat pameran karya ilmiah dari remaja dan anak-anak yang mengikuti lomba yang terbagi atas 3 lomba, yaitu Lomba Karya Ilmiah Remaja, National Young Inventors Award, dan International Exhibition for Young Inventors. Hasil karya yang ada antara lain penggaris multifungsi (penggaris yang dapat membuat beberapa bangun datar, seperti segitiga, jajargenjang), ‘genteng’ (atap rumah) yang terbuat dari daun dan sampah plastik, alat belajar braille untuk tunanetra (dapat menghasilkan suara), alat penggiling botol plastik, bioplastik dari pati biji karet.
Foto 9-13 : Hasil karya ilmiah (penggaris multifungsi ; atap rumah hasil daur ulang ; alat belajar braille ; alat penggiling botol plastik ; bioplastik dari biji karet) (Sumber : Dokumentasi pribadi)
Hal lainnya yang hadir dalam acara ini adalah science movie (pemutaran film dokumenter dan film fiksi ilmiah), talkshow (bincang-bincang terkait tentang literasi teknologi, tentang penggunaan sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan, pembicaraan tentang ‘kota pintar’, perkembangan ilmu animasi digital), science show(demo / peragaan terkait ilmu-ilmu seperti peragaan replikasi DNA, peragaan kultur jaringan kantong semar).
Yunita (pengunjung) menyatakan bahwa ISE 2019 membuatnya merasa takjub karena hampir sebagian besar hasil karya yang ditampilkan dalam acara tersebut merupakan hasil penelitian anak-anak dan remaja. “Dari pameran tersebut, terlihat bahwa biarpun anaknya masih kecil, dia sudah mampu menciptakan alat-alat yang begitu keren. Jadi, peneliti itu bukan hanya dari segi umur yang usia dewasa, tapi anak kecil pun sudah dapat menciptakan alat-alat yang keren dari penelitiannya,” ucap Yunita. Ia pun juga menuturkan bahwa dirinya juga menjadi terinspirasi untuk membuat sebuah karya.
Pengunjung lainnya, Fira, menyatakan bahwa ISE 2019 merupakan ajang yang tepat bagi anak-anak juga remaja untuk menampilkan hasil pemikiran kritis mereka dan dari kegiatan ini juga memancing mereka untuk bisa menjelaskan hasil penemuan mereka, agar apa yang ditemukan dapat dengan mudah dipahami orang lain. “Ini adalah suatu ajang dimana anak-anak dalam kelas tertentu, dalam tingkat jenjang pendidikan tertentu, mereka ditantang, diuji, untuk menuangkan ide-ide, pemikiran-pemikiran, yang mana dalam penuangan itu mengikuti sistematisasi yang ada, sehingga pemikiran-ide mereka itu terbaca oleh orang lain,” ujar Fira.
Indonesia Science Expo sudah diselenggarakan sejak tahun 2015 dan ISE 2019 merupakan acara ke-4 yang diselenggarakan.
Acara Indonesia Science Expo 2019 didukung oleh pihak-pihak seperti Kementerian Riset, Teknologi, dan Badan Riset Inovasi Nasional (Ristekdikti), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertahanan, Yayasan Kebun Raya Indonesia.
Foto 1 : Iklan pameran FoodTech International 2019 (Sumber : Katalog Promosi) Foto 2 : Mini Billboard pameran FoodTech International 2019 (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Terkait dengan teknologi yang mempengaruhi inovasi dalam dunia kuliner, diselenggarakan sebuah pameran bernama FoodTech International 2019. FoodTech International 2019 berlokasi di Hall A1 JIEXPO Kemayoran, berlangsung dari 09 Oktober 2019 hingga 11 Oktober 2019.
FoodTech International 2019 diselenggarakan oleh Pelita Promo Internusa. Dalam pameran ini turut dimeriahkan oleh Indonesian Chef Association (ICA) yang menyelenggarakan Chef Expo 2019.
Pameran ini menyajikan inovasi terkait produk makanan, contohnya tepung bumbu goreng tanpa adanya gluten-MSG, minuman jahe dicampur gula aren, jus dengan bahan dasar bawang putih. Dalam pameran ini juga ditampilkan inovasi mengenai peralatan pengemasan-penyajian makanan, contohnya peralatan makan (piring, sendok, mangkok, box) yang dibuat dengan bahan dasar yaitu serat kayu dan serat tebu.
Foto 4-8 : Foto terkait produk inovasi makanan serta peralatan pengemasan-penyajian makanan (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Kemudian, acara Chef Expo 2019 yang hadir dalam pameran ini menyajikan demo masak dengan mengundang juru masak (Chef) seperti Chef Vindy Lee, Chef Juna, Chef Ragil, Chef Sisca Soewitomo, serta adanya kompetisi (contohnya kompetisi membuat kue) dan juga talkshow (bincang-bincang) seputar dunia kuliner.
Foto 9-10 : Demo masak oleh Chef Vindy Lee dan suasana pengunjung yang menyaksikan demo masak (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Foto 11 : Suasana talkshow (bincang-bincang) seputar dunia kuliner (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Foto 12 : Suasana kompetisi membuat kue (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Yuli (pengunjung) mengatakan bahwa FoodTech International 2019 memiliki persiapan acara baik, seperti misalnya saat proses registrasi dimana para petugas acara lebih sigap menyapa pengunjung. Ia juga menyatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi terkini terkait makanan dan perkakasnya.
Pengunjung lainnya, Ricky, mengemukakan bahwa acara bagus untuk orang yang berkecimpung di dunia kuliner. Selain itu, ia menyatakan bahwa acara FoodTech ini mampu memberikan informasi terkait perkembangan dunia kuliner-teknologi di Indonesia. Ia berharap agar acara ini kedepannya bisa lebih baik dan memiliki ruangan yang lebih besar. “Harapan ke depan saya, event ini bisa lebih besar lagi. Ini kan sekarang hallnya A aja, mungkin kedepannya bisa (Hall) A,B,C,D.”
Penyelenggaraan FoodTech International 2019 mendapat dukungan dari pihak-pihak seperti Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Asosiasi Pengolahan Daging Indonesia (NAMPA), Asosiasi Logistik Indonesia.
Kemenristekdikti (singkatan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) menyelenggarakan pameran startup teknologi dengan judul ‘Indonesia Innovations & Innovators Expo 2019′. Acara ini berlangsung dari tanggal 3 Oktober hingga 6 Oktober 2019, bertempat di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), dan dibuka untuk umum.
Dilansir dari infopublik.id, dalam acara pembukaan I3 Expo 2019, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti, Jumain Appe, menyatakan bahwa I3 Expo hadir untuk menunjukkan produk hasil karya anak bangsa kepada masyarakat luas.
Mengangkat tema “Startup Teknologi dan Inovasi Industri Meningkatkan Daya Saing Bangsa”, acara ini juga bertujuan untuk memberitahu masyarakat untuk bisa mengetahui persaingan teknologi yang tinggi di tengah perkembangan zaman, serta menanamkan kecintaan masyarakat berkaitan dengan industri rintisan di bidang teknologi.
Peserta pameran dalam I3E Expo merupakan hasil pembinaan dan dibiayai Kemenristekdikti. “Lima tahun terakhir ini, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti sudah melakukan pembinaan dan pengembangan startup teknologi yang berasal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, industri, serta masyarakat umum,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir saat pembukaan I3Expo, dilansir dari indopos.co.id.
Peserta pameran dalam acara ini ada 404 eksibitor, terdiri 248 usaha startup (dari pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT)), 130 calon usaha startup (dari calon pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT)), 3 Perusahaan Lanjutan Berbasis Teknologi, dan 23 inovasi industri.
Foto 5 : Data Peserta Pameran (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Produk-produk inovasi yang ditampilkan terdiri dari 8 jenis produk, mulai dari TIK (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi), Pangan, Kesehatan dan Obat, Energi, Material Maju (Terbarukan), Bahan Baku, Transportasi, dan Hankam (Pertahanan dan Keamanan). Jumain menyatakan produk inovasi yang dipamerkan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional bidang pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Foto 6 : Data Jumlah Produk Inovasi (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Foto 7, 8, 9, dan 10 : Contoh barang dari jenis produk seperti produk pangan (Cacing kering (makanan) untuk ikan ; Mesin pengolah biji kopi), produk transportasi (Sepeda berbahan rotan), serta produk bahan baku (Mesin pengolah air gambut menjadi air bersih) (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Dalam I3Expo 2019 terdapat kegiatan lain seperti seminar dan talkshow yang membicarakan bisnis teknologi, menghadirkan narasumber yang sudah ataupun sedang merintis usaha startup dimana mereka akan membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka, bisnis coaching yang memberikan pelatihan bisnis, speed dating yang memfasilitasi pertemuan antara investor dengan para pelaku startup, dan kompetisi mengenai ide konsep inovasi teknologi.
Foto 11 dan 12 : Susunan acara seminar dan talkshowFoto 13 : Suasana Seminar (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Danar (pengunjung), menyatakan bahwa acara I3 Expo 2019 membuat dirinya belajar mengetahui suatu hal karena acara ini menyajikan hal-hal baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. “Banyak hal-hal baru yang kita tidak terpikirkan, inovasi-inovasi baru yang kita tidak terpikirkan, untuk kedepannya, untuk kita mau berwirausaha, untuk kita memulai sebuah penelitian, disini kita bisa dapatkan semuanya.”
Pengunjung lainnya, Ridho, menyatakan bahwa dengan adanya acara ini ia menjadi tahu mengenai perkembangan teknologi saat ini. “Ini sangat bagus dan bermanfaat, bisa mengetahui perkembangan teknologi terbaru. Semoga kedepannya dikembangkan lebih baik lagi.”
I3 Expo sendiri merupakan acara tahunan dari Kemenristekdikti dan sudah memasuki tahun ke-5 setelah diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 2015.
Gambar 1. Logo E2ECommerce Indonesia (Sumber : eventbrite)
E2ECommerce Indonesia 2019 diselenggarakan di Balai Kartini, tepatnya di Kartika Expo Centre. E2ECommerce tahun 2019 merupakan acara ke-4 yang telah diselenggarakan. E2ECommerce tahun ini berlangsung mulai dari hari Rabu, 25 September 2019 sampai dengan hari Kamis, 26 September 2019. Dalam dua hari tersebut, acara dimulai dari pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Gambar 2. Mini Billboard E2ECommerce Indonesia 2019 (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
E2ECommerce Indonesia sendiri merupakan suatu acara yang mengumpulkan orang-orang atau perusahaan yang bermain dalam bisnis e-commerce yang terdiri dari berbagai latar belakang, baik itu PT., startup, distributor, marketplace, logistik, dll. Mengangkat tema “Be Digital, Go Global”, harapan akhir dari keseluruhan acara adalah mampu menghasilkan solusi terkait masalah strategis dan operasional yang pada akhirnya dapat memajukan perekonomian berbasis digital-online di Indonesia.
Tak hanya itu saja, dalam acara ini juga disediakan eksibisi, seminar juga konferensi terkait dengan bisnis global yang sudah berbasis internet atau online. Eksibisi dan seminar (bernama Open Theater) dapat diakses secara gratis. Namun, untuk konferensi (dipecah dalam Track A dan Track B), pengunjung harus membayar untuk dapat mengikuti acara tersebut.
Gambar 3. Suasana seminar terbuka (Open Theater) (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 4. Suasana konferensi (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 5 dan Gambar 6. Suasana booth-booth eksibisi (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Terkait dengan para pembicara yang akan hadir, dapat dikatakan mereka bukanlah orang yang sembarangan. Sebut saja Kevin Sandjaja (CEO PegiPegi), Jemy Confindo (CEO Blanja.com), Fajar Budiprasetyo (Co Founder HappyFresh Indonesia), Dwi Ajeng (Head of Marketing Zalora), dan masih banyak lagi.
Untuk memudahkan para pengunjung ketika ingin mencari tahu mengenai jadwal acara, pembicara, booth-booth eksibisi yang ada, pihak penyelenggara menyediakan papan layar vertikal untuk dapat melihat informasi terkait.
Gambar 7. Papan layar vertikal yang disediakan pihak acara untuk memudahkan pengunjung dalam mencari informasi terkait acara (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Seorang pengunjung yang bernama Nata mengutarakan bahwa event ini menurutnya hadir tepat dengan keadaan perdagangan dengan sistem elektronik yang sedang mengalami peningkatan pesat, sehingga butuh ada suatu media atau wadah yang mampu memberikan edukasi-edukasi terkait, terutama untuk UKM yang ada.
Waktu lebaran sudah dekat. Banyak orang yang sudah berangkat mudik atau bisa dikatakan pulang kampung menuju kampung halaman mereka masing-masing. Namun, ada juga orang-orang yang tidak pulang kampung dan memutuskan untuk pulang merayakan lebaran di tahun mendatang. Ada juga orang-orang yang memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata untuk menghabiskan momen-momen baik sebelum maupun saat lebaran nanti, seperti misalnya datang ke Jakarta Fair Kemayoran (JFK). Orang-orang yang berdatangan memiliki jenjang umur beragam, mulai dari anak-anak hingga para lansia turut hadir di JFK. JFK sendiri berlokasi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. JFK telah berlangsung dari tanggal 22 Mei 2019 dan akan berakhir di tanggal 30 Juni 2019.
Foto 1. Poster Jakarta Fair Kemayoran 2019.2. Peta area Jakarta Fair Kemayoran 2019
Orang-orang memilih JFK menjadi tujuan tempat wisata karena mereka tidak hanya dapat untuk menikmati hiburan saja (seperti menikmati panggung musik, bermain rumah hantu), tapi disana mereka juga dapat membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk menyambut musim lebaran. Namun, pembelian yang dilakukan tidak hanya untuk menyambut musim lebaran saja, tapi pembelian dilakukan juga untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu. Barang-barangnya sendiri terdiri dari berbagai macam barang, mulai dari peralatan masak, pakaian lebaran, pakaian umum (sehari-hari), perlengkapan bayi, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya. Barang-barang yang disajikan di JFK sendiri memiliki diskon-diskon yang beragam sehingga orang-orang memiliki kepuasan tersendiri dalam berbelanja dengan tujuannya masing-masing.
Foto 3. Suasana malam hari di Jakarta Fair Kemayoran 2019.Foto 4. Suasana di area panggung hiburan Jakarta Fair Kemayoran 2019.
Untuk sistem pembayaran tiket masuk sendiri, tahun ini JFK mulai menerapkan sistem pembayaran uang elektronik menggunakan aplikasi tertentu yang ada di smartphone. Sistem pembayaran ini cukup mudah dimana pembayaran yang akan dilakukan hanya diperlukan scan dan pay atas tiket yang akan dibeli.
Foto 5. Sistem pembayaran tiket masuk Jakarta Fair Kemayoran 2019 yang menggunakan sistem pembayaran uang elektronik melalui suatu aplikasi.
Ferdi (pengunjung) mengatakan bahwa dirinya sudah dua kali
datang ke JFK bersama dengan keluarganya. Ia dan keluarganya datang pertama
kali pada tahun 2018.
Audio 1. Ferdy (pengunjung) berbicara mengenai apa yang dilakukan di Jakarta Fair Kemayoran 2019
Selain Ferdy, Julianty (pengunjung) juga datang bersama-sama dengan keluarganya ke JFK. Ia menyatakan bahwa kali ini merupakan kali kedatangan dirinya yang ke 5 bersama keluarga ke event JFK.
Foto 2. Julianty (pengunjung) yang mengungkapkan persaannya mengenai Jakarta Fair Kemayoran 2019
Julianty menyatakan bahwa JFK tahun ini tetap terasa ramai pengunjungnya meskipun JFK ini bertepatan dengan momen Lebaran. Selain itu, Julianty juga merasa senang karena masih dapat menikmati makanan kesukannya, yaitu kerak telor
Di tempat lainnya, yaitu Kota Tua, juga terlihat
keramaian orang-orang yang sedang berwisata bersama teman atau keluarga mereka.
Hanya saja orang-orang yang datang ke Kota Tua sendiri dapat dikatakan tidak
seramai biasanya dan jika dibandingkan dengan JFK, dapat dikatakan bahwa JFK
memiliki tingkat keramaian yang lebih dibandingkan dengan Kota Tua.
Namun, orang-orang yang datang berkunjung juga terlihat senang ketika mereka bisa duduk-duduk di area tengah atau titik pusat dari Kota Tua dengan santai. Tak hanya duduk-duduk saja, orang-orang disana pun dapat menikmati alunan musik dari beberapa musisi jalanan, juga orang-orang dapat berfoto bersama dengan manusia patung, lalu orang-orang dapat meminta pelukis jalan untuk melukiskan wajah mereka dimana para pelukis yang ada melukisnya menggunakan pensil, serta bisa menyewa sepeda ontel jika ingin berkeliling sekitar kota tua. Di sekitaran area luar Kota Tua sendiri, terdapat tenda (jajakan) kaki lima yang menyediakan makanan-makanan tradisional, seperti kue cubit, nasi goreng, soto betawi, mie tek-tek, tahu gejrot, dan lain sebagainya.
Video 1. Suasana sore menjelang malam di area tengah Kota TuaFoto 6. Musisi jalanan yang sedang menyajikan lagu di sekitar area tengah Kota Tua.Foto 7. Pengunjung yang berfoto dengan manusia patung.Foto 8. Pengunjung yang menyewa sepeda ontel untuk mengelilingi area Kota Tua.Foto 9. Tenda kaki lima yang menjajakan makanan tradisional di sekitar area luar Kota Tua.
Okta (pengunjung) datang ke Kota Tua bersama dengan anak dan suaminya. Di momen lebaran ini, ia memilih datang ke Kota Tua untuk menikmati momen libur lebaran karena jaraknya yang dekat dari rumah yang membuat dirinya tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk transportasi. Selain itu, Okta menyatakan bahwa dirinya memiliki pemikiran tertentu mengenai pemilihan Kota Tua sebagai tempat yang dituju untuk menikmati momen libur lebaran.
Audio 3. Okta (pengunjung) mengungkapkan pemikirannya mengenai pemilihan Kota Tua sebagai tempat yang dituju untuk menikmati momen libur lebaran.
Tak hanya Okta, pengunjung lainnya yaitu Nurul, memilih Kota Tua sebagai destinasi untuk menikmati momen libur lebaran karena jarak yang dekat dengan rumahnya. Selain itu, ia juga mengungkapkan alasan mengapa Kota Tua yang dipilih menjadi destinasi untuk menikmati momen libur lebaran.
Audio 4. Nurul (pengunjung) mengungkapkan alasan mengapa Kota Tua yang dipilih menjadi destinasi untuk menikmati momen libur lebaran.
Momen lebaran sangat dinanti. Dimanapun tempat tujuan yang dipilih untuk menghabiskan momen libur lebaran, kebersamaanlah yang penting diutamakan karena momen kebersamaan ini tidak muncul hanya terjadi di waktu tertentu.
Irma Saufi Haz, akrab disapa Haz, adalah mahasiswi (asal Lombok) jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia angkatan 2016 peminatan iklan. Dirinya saat ini sedang menjalani puasa. Momen puasa yang dijalani berbarengan dengan momen ujian akhir semester di Semester Genap tahun ajaran 2018/2019.
Haz menyatakan
bahwa ujian akhir semester di bulan puasa tahun ini berbeda dibandingkan ujian
akhir semester di bulan puasa tahun lalu, karena ujian akhir semester di bulan
puasa tahun ini lebih lama waktunya dimana ujian akhir semester tahun ini
berlangsung kurang lebih 2 minggu (dari minggu ke-3 bulan Mei hingga menjelang akhir
minggu ke-5 bulan Mei) dan tentunya lebih menguras tenaga. Waktu ujian yang
berlangsung hingga akhir bulan Mei menghambat dirinya untuk bisa segera bertemu
dengan keluarganya, dimana Haz baru bisa pulang saat semua ujian telah selesai
diselesaikan. Ketika Haz mengabarkan keluarganya bahwa dirinya akan pulang
lebih lama karena harus menghadapi ujian, orang tuanya pun memberikan tanggapan
yang sebelumnya tidak diduga oleh Haz.
Haz sendiri mengutarakan bahwa
dirinya tentu mendapat strategi tersendiri setelah mengalami hal yang sama (ujian
di bulan puasa) meskipun waktunya berbeda.
Ada sedikit hal unik yang dialami oleh Haz di momen seperti ini. Ia sebenarnya sudah menyiapkan diri untuk membeli tiket pesawat jauh-jauh hari dengan promo yang disediakan, namun ketika dirinya menerima informasi dadakan mengenai tugas yang berkaitan dengan ujian akhir semester, ia pun jadi lupa untuk membeli tiketnya dan langsung beralih ke informasi yang diterimanya. Alhasil, saat dia mengingatnya, promo itu sendiri sudah habis. Namun, ia masih bisa membeli tiket untuk pulang meski dengan harga yang mahal.
Dalam rangka menyemaraki Ramadhan 1440H, diadakan acara festival jajanan makanan dengan tema “Street Food Festival 2019”. Acara ini diselenggarakan oleh MNC Channels yang bekerjasama dengan SASA, bertempat di Tribeca Park – Central Park Mall, Jakarta Barat. Acara ini berlangsung dari tanggal 18-19 Mei 2019. Acara ini dimulai dari pukul 15.00 WIB. Makanan-makanan yang dijajakan dalam festival kali ini di antaranya nasi goreng, gudeg, soto, ayam suwir, bakso, empal gentong dan juga terdapat makanan-makanan modern seperti es krim, kebab, sushi dan yang lainnya.
Foto 2 dan 3. Stand-stand yang menjajakan makanan-makanan dalam “Street Food Festival 2019”
Acara ini sendiri tak hanya diramaikan oleh stand makanan saja, tapi juga ada hal lainnya yang ditampilkan seperti demo masak yang dilakukan oleh Chef Kongs, lomba masak, talkshow soal makanan bersama food influencer seperti Nex Carlos dan MGDalenaf, hiburan musik oleh musisi seperti RAN dan Maliq&D’Essentials dan juga ada semacam live action dimana para pengunjung diajak untuk ikut serta untuk menjadi bagian dari pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Muri-Indonesia) yaitu memasak 1440 mangkuk soto secara estafet dalam satu hari. Untuk keluarga yang turut serta membawa anaknya, disedakan lounge corner dimana anak-anak tersebut dapat duduk santai sembari menikmati film kartun di layar yang disediakan. Dalam acara ini juga dilakukan pengumandangan takbir dimana ada orang yang memukul bedug yang menjadi penanda bagi orang-orang yang berpuasa untuk akhirnya dapat berbuka puasa.
Foto 4. Demo masak oleh Chef KongsFoto 5. Area Lounge Corner yang disediakan untuk keluarga yang membawa anak dimana anak-anak tersebut dapat duduk santai sambil menonton kartun yang ditayangkanFoto 6. Para pengunjung yang ikut serta memeriahkan acara untuk pemecahan rekor MURI yaitu memasak 1440 mangkuk soto secara estafetFoto 7. Orang yang memukul bedug saat pengumandangan takbir yang menjadi penanda untuk orang-orang yang berpuasa agar dapat berbukaFoto 8. Pengunjung yang mengikuti lomba masakFoto 9. Talkshow makanan bersama food influencer, Nex Carlos (tengah)
Lalu, bagaimana tanggapan pengunjung yang hadir dalam “Street Food Festival 2019”?
Video 1. Tanggapan Timo (Pengunjung) terhadap gelaran acara “Street Food Festival 2019”
Video 2. Tanggapan Erik (Pengunjung) terhadap gelaran acara “Street Food Festival 2019”
Video 3. Tanggapan Vivi Tirta (Pengunjung) terhadap gelaran acara “Street Food Festival 2019”
Acara “Street Food Festival 2019” sendiri merupakan gelaran acara ketiga, setelah diadakan pertama kali pada tahun 2017 di Tangerang Selatan dan gelaran kedua diadakan pada tahun 2018 di Bandung.
Foto 1. Logo acara “Gelar Batik Nusantara 2019”Foto 2. Poster acara “Gelar Batik Nusantara 2019”
Sedang berlangsung acara pagelaran batik dengan nama “Gelar Batik Nusantara 2019”. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia. Tempat pagelaran ini sendiri berada di Main Lobby dan Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Jend. Gatot Subroto Senayan, Gelora, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta – 10270. Acara “Gelar Batik Nusantara 2019” berlangsung selama 5 hari, dimulai dari tanggal 08 Mei 2019 dan berakhir di tanggal 12 Mei 2019. Untuk setiap harinya, jadwal pagelaran dimulai dari pukul 10.00 WIB dan berakhir di pukul 21.00 WIB. Harga tiket masuknya bernilai Rp20.000, -.
Foto 3. Tiket masuk acara “Gelar Batik Nusantar 2019”
Penyelanggaran acara “Gelar Batik Nusantara” pertama kali sudah dimulai sejak 1996, dan tahun 2019 ini merupakan kali ke-11 acara ini diadakan. Tema yang diangkat dalam acara tahun ini adalah “Lestari Tak Terbatas”, yang memiliki arti bahwa batik bukanlah sesuatu yang dapat dikatakan lagi sebagai barang kuno, tapi merupakan sesuatu yang menunjukkan kebebasan dan kedinamisan karena dari setiap desain yang ada mampu disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan unsur budaya yang ada. Jenis batik yang diangkat menjadi icon daripada pagelaran ini adalah Batik Sumatera. Pagelaran ini sendiri diikuti oleh berbagai pihak, mulai dari yang berkecimpung dalam dunia batik, seperti perajin-produsen-pengusaha-UKM (Usaha Kecil dan Menengah) batik, hingga seniman dan perajin aksesoris. Hal lainnya yang terdapat selama penyelenggaran acara pagelaran ini adalah fashion show, talkshow, workshop membuat batik yang dilakukan oleh anak-anak SMA (Sekolah Menengah Atas), hingga pertunjukkan alat musik tradisional (berupa keroncong, kulintang, angklung).
Foto 4. ‘Workshop’ Batik yang dilakukan oleh siswa/i SMAFoto 5 dan 6. Suasana acara pagelaran “Gelar Batik Nusantara 2019”
Lalu, bagaimana tanggapan pengunjung yang hadir dalam acara pagelaran “Gelar Batik Nusantara 2019?
Video 1. Daru (pengunjung) memberikan tanggapannya terkait acara “Gelar Batik Nusantara 2019”
Video 2. Ayu (pengunjung) memberikan tanggapannya terkait acara “Gelar Batik Nusantara 2019”
Video 3. Pramono (pengunjung) memberikan tanggapannya terkait acara “Gelar Batik Nusantara 2019”
Melalui penyelanggaraan acara
pagelaran “Gelar Batik Nusantara 2019”, diharapkan adanya partisipasi masyarakat
Indonesia untuk menjaga nilai-nilai budaya dan tradisional yang terkandung
dalam batik Indonesia serta mengembangkannya.
Kampanye politik bukanlah sesuatu yang mudah, ada halangan dimana masyarakat masih terpaku pada pemikiran tertentu, meski hal itu yang salah. Namun, masyarakat tak hanya masyarakat, di dalamnya terdapat banyak anak muda yang memiliki pemikiran maju yang justru itu menjadi sasaran target untuk pembawa perubahan.