Anton's Blog

Welcome and Enjoy :)

  • Foto 1. Suasana acara dari doa bersama di depan halaman KPU Pusat.

    Telah dilangsungkan acara doa bersama di halaman depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat di Jalan Imam Bonjol No. 29, Menteng, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310 pada hari Senin, 22 April 2019. Acara ini diprakarsai oleh Aliansi Masyarakat Sipil untuk Kemanusiaan. Dresscode daripada acara ini adalah pakaian batik atau kain nusantara. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk tetap mendukung KPU dalam melakukan penghitungan surat suara pemilihan legislatif dan pemilihan eksekutif Pemilu (Pemilihan Umum) 2019. Selain itu, tujuan lain yang dituju adalah untuk mengajak seluruh masyarakat untuk damai dan segera mengakhiri konflik atau ketegangan yang masih ada selepas Pemilu 2019 yang telah usai.  Di halaman depan dan sekitar area dari kegiatan dijaga ketat oleh pasukan polisi dan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Mereka juga bertugas untuk mengatur lalu lintas agar tetap lancar dan terkendali.

    Foto 2. Pasukan polisi dan TNI yang dengan ketat menjaga pintu masuk dari KPU Pusat.
    Foto 3. Pasukan polisi dan TNI yang bertugas untuk mengamankan jalanan di sekitar area acara.

    Pada pukul 16.45 WIB, 15 menit sebelum acara dimulai, para hadirin yang sudah berdatangan diberi waktu untuk mendantangani spanduk panjang sebagai bentuk dukungan masing-masing pribadi terhadap KPU untuk tetap terus mempercayai integritas dan profesionalisme KPU dalam melakukan penghitungan surat suara Pemilu 2019. Setelah menandatangani spanduk yang ada, hadirin kemudian diberi bunga berawarna merah dan putih (setiap orang pemberiannya diacak) sebagai pengingat untuk tiap pribadi akan bangsa Indonesia. Tak hanya itu, tiap hadirin diberi selebaran kertas yang bertuliskan “TERIMA KASIH KPU” (dengan hashtag #TerimaKasihKPU #KembaliMenjadiIndonesia). Beberapa hadirin di antaranya membawa kertas karton yang ditempel potongan-potongan tulisan sebagai bentuk dukungan terhadap KPU dan juga kritik terhadap pihak tertentu.

    Foto 4. Beberapa hadirin yang sedang mendantangani spanduk sebagai bentuk dukungan pribadi dan ucapan terima kasih terhadap KPU atas penyelenggaraan Pemilu 2019.
    Foto 5. Para hadirin yang menerima bunga dan selebaran kertas bertuliskan “TERIMA KASIH KPU” setelah mendantangani spanduk
    Foto 6. Hadirin yang membawa kertas karton yang ditempel potongan-potongan tulisan sebagai bentuk dukungan terhadap KPU

    Tepat pukul 17.00 WIB, acara pun dimulai. Moderator yang bertugas mengajak khalayak yang hadir untuk kemudian tenang dan mencoba mengikuti acara dengan baik. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya yang dipandu oleh Iwa K. (penyanyi) dan Oppie Andaresta (penyanyi). Kemudian, acara dilanjutkan dengan pengantar kegiatan acara oleh Nong Darol Mahmada dimana ditekankan bahwa hadirin yang ada juga seluruh rakyat Indonesia untuk tetap mendukung KPU dan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk lepas dari ketegangan setelah Pemilu 2019 dan kembali menjadi Indonesia.

    Foto 7. Iwa K. dan Oppie Andaresta memandu para hadirin ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
    Video 1. Suasana saat menyanyikan lagu Indonesia Raya

    Setelah itu, acara beralih ke orasi para tokoh yang diundang untuk berorasi. Orasi pertama dimulai dari kelompok tokoh senior, yang terdiri dari Sarwono Kusumaatmaja (Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia periode 1988-1993), H. S. Dillon (Ahli Ekonomi), Erry Riyana Hardjapamekas (mantan wakil ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2003-2007)), dan Romo Hariyono. Orasi dari kelompok tokoh senior, yang terdiri dari Sarwono Kusumaatmaja, pada intinya mengajak seluruh masyarakat untuk menghilangkan sekat-sekat yang ada, tidak hanya setelah Pemilu 2019, tetapi sampai seterusnya karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang butuh kekuatan untuk bersama-sama menjaga keutuhan. Serta dalam orasi ini masyarakat diajak untuk jangan pesimis terhadap KPU, tetapi dukung sampai hasil akhir diumumkan oleh mereka.

    Foto 8. Kelompok senior yang terdiri Sarwono Kusumaatmaja (kiri), HS. Dillon (tengah), Erry Rijyana Hardjapamekas (kanan), dan Romo Hariyono (belakang, di antara Sarwono dan HS. Dillon) saat memberikan orasi di depan para hadirin.

    Kemudian, orasi berlanjut ke Kelompok Srikandi Indonesia yang terdiri dari Betti Alisjahbana (pengusaha), Nia Dinata (sutradara), Sandrayati Moniaga (Wakil Ketua Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) bidang eksternal), dan Asty Ananta (artis). Orasi pada waktu ini yang diwakili oleh Betti Alisjahbana pada intinya mengajak masyarakat untuk mengapresiasi KPU yang mampu menyelenggarakan proses pencoblosan dengan aman dan damai, serta mengajak seluruh untuk terus membangun Indonesia sesuai dengan bidang masing-masing.

    Foto 9. Kelompok Srikandi Indonesia yang terdiri dari Betti Alisjahbana (kiri depan), Nia Dinata (kanan depan), Sandrayati Moniaga (kanan belakang), dan Asty Ananta (kiri belakang) saat melakukan orasi.

    Orasi terakhir dilakukan oleh kelompok tokoh pemuda, terdiri dari Cyril Raoul Hakim (Business Development & Communications Specialist), Sunanto (Ketua umum Pemuda Muhammadiyah), Dendy Zuhairil (perwakilan GP Ansor), dan Rian Ernest (Politisi muda). Orasi terakhir yang diwakili oleh Cyril Raoul Hakim pada intinya mengajak masyarakat untuk mengapresiasi para pahlawan yang gugur saat bertugas dalam gelaran Pemilu 2019 dan juga mengharapkan Indonesia ke depannya terus ‘cair’ kondisinya.

    Foto 10. Kelompok pemuda yang terdiri dari Cyril Raoul Hakim (kiri), Sunanto (tengah), Dendy Zuhairil (kanan), dan Rian Ernest (belakang).

    Setelah orasi, dilanjutkan dengan pernyataan sikap oleh Prof. Meiling, Moza Pramita (pengusaha), Ratih Ibrahim (Psikolog) dan Natalia Soebagjo (Pendiri Transparency International Indonesia) yang intinya adalah mengajak masyarakat untuk mensyukuri Pemilu 2019 yang telah berlangsung dan berterima kasih kepada KPU atas suksesnya proses gelaran Pemilu, serta mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hal yang dapat memecah belah masyarakat itu sendiri dan juga menghargai pilihan masing-masing dalam Pemilu.

    Foto 11. Pernyataan sikap yang dibacakan oleh Prof. Meiling (kanan depan), Moza Pramita (kiri depan), Ratih Ibrahim (kiri belakang) dan Natalia Soebagjo (kanan belakang).

    Selesai dibacakan pernyataan sikap, acara berlanjut ke bagian doa bersama yang dihadiri pemuka dari setiap agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, dan dua aliran kepercayaan lainnya yang diundang yaitu Bahai dan Penghayat). Penekanan dari doa yang dilakukan adalah mendoakan para pejuang yang telah meninggal saat bertugas dalam Pemilu 2019, mendoakan persatuan Indonesia agar terus terjalin dengan kuat dan erat, mendoakan agar semua masyarakat tetap bersatu teguh di atas seluruh perbedaan yang ada.  Lalu, setelah doa bersama selesai, semua hadirin menyanyi lagu Padamu Negeri yang kembali dipimpin oleh Iwa K. dan Oppie Andaresta. Acara ini pada akhirnya ditutup dengan penyerahan bunga kepada Komisioner KPU Ilham Sanjaya sebagai tanda dukungan, diwakili oleh Sarwono dengan diiringi lagu Ibu Pertiwi.

    Foto 12. Penyerahan bunga kepada Komisioner KPU Ilham Sanjaya sebagai tanda dukungan, diwakili oleh Sarwono.

    Selesai acara, para hadirin diharapkan untuk membersihkan depan halaman KPU karena saat datang kondisi halaman dalam keadaan rapi.

    Reporter : Antonius Christian

  • JAKARTA – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-21 Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang jatuh pada 1 April 2019, pihak STT PLN sendiri menyelenggarakan ELECTRICITY FORUM 2019 yang mengusung tema “Inovasi Teknologi Kelistrikan & Energi Kerakyatan untuk Kemandirian Energi Nasional”. Event ini sendiri berlangsung dari tanggal 27 April – 28 April 2019 bertempat di gedung STT PLN yang beralamatkan di Jalan Duri Cengkareng Raya No.40, Duri Kosambi, Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Kegiatannya yang ada beragam. Kegiatan pertama yang ada adalah conference (seminar). Head of Public Relation STT-PLN, Andi Makkulau, menyatakan bahwa di dalam conference (seminar) yang diselenggarakan, pihak STT-PLN memperkenalkan riset unggulan yaitu TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat).  

    Dengan kemampuan TOSS yang mampu mengolah sampah menjadi briket (batu bara muda), maka ke depannya diharapkan tidak lagi dilakukan tindakan untuk merusak alam yaitu dengan melakukan penggalian bumi untuk mendapatkan energi batu bara. Andi memberitahu bahwa pihak STT-PLN selaku institusi pendidikan sudah bekerjsama dengan pihak pemerintahan khususnya pemerintahan daerah (pemda) terkait penggunaan TOSS.

    Tak hanya menjalin kerjasama dengan pihak pemerintahan daerah (pemda) saja, Andi menambahkan bahwa pihak STT-PLN sendiri juga sudah bekerjasama dengan sebuah perusahaan yaitu Indonesia Power yang merupakan anak perusahaan PT.PLN terkait TOSS. Briket yang dihasilkan dari TOSS dikonversi untuk menjadi sumber energi listrik di pembangkit perusahaan tersebut. Selain membahas tentang TOSS, dalam conference yang ada juga membahas masalah tentang dunia kelistrikan. Pembicara-pembicara yang hadir dalam conference itu antara lain Supriadi Legino (Ketua STT PLN), I Nyoman Suwirta (Bupati Klungkung, Bali), Illah Sailah (Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Dikti 3 DKI Jakarta), Rida Mulyana (Dirjen Ketenagalistrikan Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Manusia)) dan masih banyak pembicara lainnya.

    Kegiatan kedua yang diselenggarakan adalah job fair dimana perusahaan-perusahaan yang bekerjsama dengan pihak STT-PLN membuka lowongan pekerjaan untuk para mahasiswa/i STT-PLN. Kegiatan ketiga yang diselenggarakan adalah workshop. Andi menyatakan bahwa di dalam kegiatan workshop ini akan diperkenalkan cara bagaimana sampah yang ada diolah menjadi briket. Kegiatan keempat yang diselenggarakan adalah pameran, yang terdiri dari standstand yang memamerkan beragam hal-hal yang berkaitan dengan dunia kelistrikan seperti smart charging station hybrid yang diperuntukan untuk mengisi daya mobil dengan tenaga listrik, lalu ada teknologi purwarupa berupa robot pendeteksi hambatan hasil pengembangan mahasiswa teknik elektro tingkat Sarjana STT PLN, teknologi mobil listrik yang merupakan mobil listrik generasi pertama dari para mahasiswa teknik mesin tingkat Sarjana STT PLN, dan masih banyak lagi yang dipamerkan. Dari segala rangkaian acara yang ada, mahasiswa-mahasiswi STT-PLN terlihat sangat antusias dalam menjalaninya. Salah seorang mahasiswa STT-PLN, Depto Sandhy (mahasiswa S1 Teknik Elektro), menyatakan bahwa dirinya sangat puas dengan acara yang terselenggara karena susunan acara yang rapi, narasumbernya yang capable dan paham mengenai dunia kelistrikan.

    Reporter : Antonius Christian

Design a site like this with WordPress.com
Get started